Lompat ke isi utama
x

Pertama di Sulsel, Bupati Luwu Timur Resmikan Taman Manasik Haji

Sulsel

Makassar (PHU)--Pemerintah secara resmi telah membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia baik haji reguler, khusus maupun visa mujamala pada musim haji 1441 H / 2020 H ini.

Kebijakan pembatalan itu ditetapkan dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020. Kebijakan ini diambil sebagai dampak langsung dari wabah Covid-19 secara global, terutama Indonesia dan Arab Saudi, namun demikian, upaya meningkatkan kualitas layanan dan bimbingan haji dan umrah terus berjalan.

Salah satu wujud upaya peningkatan kualitas haji dan umrah adalah penyiapan Taman Manasik Haji (TMH) yang diprakarsai oleh Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur Nur Khalik.

Dalam peresmiannya, Bupati Luwu Timur Muh. Thariq Husler mengapresiasi atas pembangunan fasilitas Taman Manasik Haji ini sehingga ia yakin model pembelajaran dan praktek manasik akan lebih efektif karena ada miniatur Ka'bah, tempat Sa'i shafa dan marwah, tempat melempar jamarat, dan lainnya.

“Sebagai Bupati, saya bangga atas pembangunan fasilitas bimbingan haji yang diberi nama Taman Manasik Haji ini. Saya yakin model pembelajaran dan praktek manasik akan lebih efektif. Karena ada miniatur Ka'bah, tempat Sai Shafa dan Marwah, tempat melempar jamarat, dan lain. Pemerintah Daerah siap memback-up," kata Thariq di usai peresmian Taman Manasik Haji di Luwu Timur. Senin (20/07).

Lebih lanjut Bupati yang dipanggil MTH ini juga siap mendukung pembangunan miniatur pesawat terbang seperti yang ada di Asrama Haji Sudiang Makassar.

Ia berharap pembangunan fasilitas manasik haji bisa memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari daerah Luwu Timur, karena ia menilai sumber daya alam didaerahnya berkualitas. “Karena kayu banyak di Lutim, bagaimana kalau miniatur pesawat sebagai fasilitas manasik haji sebagaimana yang digagas Pak Kakanmenag, kita bikin saja dari bahan kayu, karena Lutim kaya akan kayu-kayu yang berkualitas," jelasnya.

Mewakili Kakanwil Agama Prov. Sulsel, Kepala Bidang PHU Sulsel Kaswad Sartono dalam sambutan peresmian menyampaikan tiga poin penting di hadapan Bupati Luwu Timur, Ketua DPRD Luwu Timur. Pertama, Kakanmenag dan jajarannya Kabid Haji dan Umrah mensosialisasikan bahwa tahun 2020 ini Pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama membatalkan pemberangkatan jemaah haji dengan pertimbangan utama kesehatan, keselamatan dan jaminan keamanan jemaah haji akibat pandemi Covid-19.

Kedua, sebagai bentuk apresiasinya atas peresmian TMH di Luwu Timur, Kaswad Sartono mengatakan "Kehadiran Taman Manasik Haji di Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur ini merupakan sebuah inovasi perhajian yang sangat monumental dan strategis dalam rangka memberikan pelayanan dan bimbingan kepada Jemaah haji. Taman Manasik ini merupakan satu-satunya dan pertama di Sulsel," ujar Kaswad.

Ketiga, ia mengharapkan kerjasama dan kemitraan yang terbangun antara Kementerian Agama, Pemda dan DPRD akan semakin bersinergi dalam mewujudkan pelayanan keagamaan, khususnya kepada Jemaah haji semakin berkualitas dan semakin sempurna.

"Mudah-mudahan tahun 2022, Lutim bisa memperoleh alokasi pembangunan Layanan Haji dan Umrah Terpadu," harapnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Lutim Nur Khalik dalam laporannya menyampaikan bahwa dengan quota 155 orang haji per tahun, sementara masa tunggu sudah 25 tahun, maka upaya peningkatan kualtas sarana prasarana manasik haji terus dilaksanakan. "Taman Manasik Haji ini dapat diwujudkan karena ada komitmen bersama sekaligus efisiensi anggaran," pungkas Nur Khalik.

Penulis
Kontri
Editor
Husni Anggoro