Lompat ke isi utama
x

Plt Dirjen PHU Ajak Masyarakat Sukseskan Ibadah Haji

Dirjen

Demak (PHU)--Penyelenggaraan ibadah haji adalah tugas nasional yang dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia, artinya setiap warga negara Indonesia wajib mensukseskannya. Demikian disampaikan Plt Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi dalam kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 Angkatan VI di Amantis Hotel Demak, Jum’at (20/08/2021).

“Haji ini tugas nasional, siapapun yang berada di wilayah Indonesia wajib mensukseskan ibadah haji. Maka dari itu, penyelenggaraan haji dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat. Artinya, pemerintah harus hadir bersama masyarakat,” terangnya.

Khoirizi menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memiliki peran untuk menyampaikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat sebagai sumber yang utama. 

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama khususnya Ditjen PHU berperan untuk menyampaikan hal-hal terkait penyelenggaraan ibadah haji. Contohnya mengenai hoax-hoax yang beredar di tengah masyarakat, hal ini patut dijawab dan dijelaskan kepada masyarakat,” tambahnya. 

Adapun peran utama dari masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah haji, Khoirizi menerangkan, diwakili oleh 3 lembaga, yaitu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah (KBIHU), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

“Peran dari masyarakat dapat dilihat dari keberadaan KBIHU, PPIU, dan PIHK. KBIHU dalam hal ini berperan dalam melakukan pembinaan. Adapun PPIU berperan dalam melaksanakan ibadah umrah. Sedangkan PIHK membantu dalam menyelenggarakan ibadah haji khusus,” terangnya.

Kegiatan diseminasi pembatalan keberangkatan jemaah haji yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menyebarkan kembali informasi yang benar kepada orang-orang disekitarnya.

“Harapannya, sepulang dari kegiatan ini bapak ibu yang ada di ruangan ini paling tidak bisa menjadi teladan, bisa menjadi contoh bagi orang-orang disekitarnya dalam mensosialiasikan kembali informasi yang benar dan tidak menimbulkan kegaduhan,” harap Khoirizi lagi. 

Dalam kesempatan ini, Khoirizi juga mengajak masyarakat bersama-sama untuk mentaati protokol kesehatan yang berlaku. “Ayo kita sama-sama taati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah agar penyelenggaraan ibadah haji kedepannya dapat berjalan normal kembali,” imbuhnya.

Kegiatan Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 ini dihadiri oleh para pegiat haji dan umrah serta sejumlah calon jemaah haji se-Kabupaten Demak yang batal berangkat haji tahun ini.

DPR

Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPR RI Komisi VIII Abdul Wachid. Dalam keterangannya, Abdul berharap melalui agenda ini, masyarakat dapat memiliki pemahaman yang benar terkait alasan pembatalan ibadah haji tahun ini dan masih terkendalanya keberangkatan jemaah ibadah umrah Indonesia.

“Kita sama-sama berharap agar mudah-mudahan umrah dibuka bagi jemaah Indonesia dan haji dapat dilaksanakan kembali secara normal. Semoga apa yang disampaikan oleh narasumber dalam kegiatan ini dapat diteruskan kepada masyarakat, terutama mengapa haji ditunda dan kenapa umrah bagi jemaah Indonesia belum bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca