Lompat ke isi utama
x

Plt. Dirjen PHU Minta Jemaah Haji Pahami 5 Rukun Islam

khoir

Magelang (PHU) - Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Khoirizi meminta jemaah haji untuk memahami 5 Rukun Islam. Rukun Islam adalah lima tindakan dasar dalam Islam yang dianggap sebagai pondasi wajib bagi orang-orang beriman.

Kelima Rukun Islam itu antara lain: Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat, Mendirikan Salat, Berpuasa di Bulan Ramadhan, Menunaikan Zakat serta Menunaikan Haji bila mampu.

"Kita paham haji urutan rukun islam yang terakhir namun belum selesai melaksanakannya kita sudah menggebu- gebu untuk berangkat haji. Padahal ada banyak hal yang harusnya juga kita jalankan dengan baik seperti zakat, sadaqah dan lain lain. Tapi tentu haji panggilan jiwa yang kita tidak bisa menebak siapa yang akan dipanggil untuk beribadah ke Baitullah," ujar Khoirizi saat Diseminasi Pembatalan dan Pemberangkatan Haji di Magelang, Senin (16/08/2021).

Turut hadir, Anggota DPR - RI Komisi II Luqman Hakim, Ketua Forum Komunikasi KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Jawa tengah Aminuddin Sanwar, Kepala Kantor Kemenag Kota Magelang Zainal, serta perwakilan Ormas Isalm dan jemaah haji

“Yang perlu kita pahami tentang haji rukun islam ke 5, seyogyanya kita sudah melaksankan 4 rukun diatasnya,” katanya.

Khoirizi mengatakan, bahwa haji terlihat mudah dijalankan, namun ketika di telisik lebih dalam ada banyak hal yang harus dijalankan, karena menyangkut peraturan dua negara.

"Secara kasat mata Haji sangat mudah, haji dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah, tempatnya di Arab Saudi. Namun ketika masuk begitu dahsyatnya karena dua aturan yang harus kita ikuti. Pertama undang - undang di Indonesia dan kedua Taklimatul hajj di Arab Saudi. Jika di Indonesia semua proses sudah selesai hanya tinggal berangkat namun Arab Saudi memberikan peraturan bahwa haji tidak bisa menerima negara manapun kecuali warga negara dan ekspatriat di negaranya, maka kita harus menerimanya, mau tidak mau, suka tidak suka," terang Khoirizi.

Dalam pemberian bimbingan menasik, tak lupa, ia juga meminta kepada jemaah haji untuk beradaptasi dengan teknologi, seperti dapat memanfaatkan video Youtube untuk pembelajarannya. Tapi ia juga menyarankan apabila materi yang disajikan kurang jelas, jemaah bisa bertanya langsung ke pembimbingnya di KBIHU.

"Gunakan media, melek teknologi misalnya dengan memanfaatkan youtube jika tidak jelas baru bertanya ke KBIHU, ustad dan saling bekerjasama sesama jemaah meninggkatkan integritas. Kewajiban kita kedepan, perbaiki pembinaan kita, dengan membekali bekal ibadahnya," tutup Khoirizi.

Penulis
Ranita Erlanti Harahap
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca