Lompat ke isi utama
x

Puskes Haji Siapkan Lima Tahapan Screening Kesehatan Bagi Jemaah Umrah

Fgd

Jakarta (PHU)--Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan akan menyiapkan lima tahapan screening kesehatan bagi jemaah umrah. 

Kepala Puskes Haji Budi Sylvana mengatakan pihaknya saat ini tengah mematangkan lima tahapan tersebut. 

“Ada 5 tahapan screening kesehatan bagi jemaah umrah yang sedang kami matangkan sejauh ini. Tujuannya tidak lain adalah untuk meyakinkan Arab Saudi bahwa kondisi kesehatan kita sangat baik,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Tahun 1443H di Jakarta pada Selasa (19/10/2021).

Lima tahapan yang dimaksud terdiri dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi Covid-19, pemeriksaan vaksinasi MM (Meningitis), pemeriksaan swab PCR dan karantina. 

Sebagai tahapan yang pertama, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan jemaah umrah tidak memiliki komorbid atau komorbid berat. Hal ini diperlukan untuk memberi keyakinan kepada Arab Saudi bahwa jemaah yang berangkat tidak dalam kondisi sakit dan benar-benar dalam kondisi yang sehat. 

Setelah pemeriksaan kesehatan, tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan vaksinasi jemaah. Ada dua jenis vaksinasi yang akan diperiksa, yaitu vaksinasi Covid-19 dan vaksinasi Meningitis Meningokokus (MM). 

Pemeriksaan vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk memastikan bahwa jemaah sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap. Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang melakukan upaya diplomasi agar Arab Saudi menerima vaksin jenis Sinovac. Skenario vaksinasi booster juga tengah dipersiapkan jika memang hal ini diwajibkan. Saat ini, Kemenkes tengah sistem bersama yang terintegrasi dengan Kemenkes Arab Saudi sehingga dapat memudahkan penggunaan sertifikat vaksinasi Covid-19 oleh jemaah. 

Tahapan screening berikutnya adalah pemeriksaan vaksinasi MM. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa jemaah umrah sudah mendapatkan vaksinasi MM (dalam periode daya lindung 2 tahun dari saat vaksinasi). 

Berikutnya adalah pemeriksaan swab PCR Covid-19 yang bertujuan untuk memastikan jemaah umrah tidak terinfeksi Covid-19 melalui pemeriksaan swab nasofaring. Setidaknya PCR dilaksanakan sebanyak 4 kali yaitu sebelum masuk asrama haji/karantina, sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, sebelum kembali ke tanah air dan setibanya di tanah air. 

Tahapan terakhir adalah pelaksanaan karantina jemaah. Skenario yang dipersiapkan ialah karantina selama 3 hari sebelum keberangkatan dan 5 hari setelah kembali ke tanah air sesuai dengan regulasi yang diberlakukan saat ini. 

Skenario tahapan screening kesehatan ini dipersiapkan untuk melindungi jemaah umrah. “Prinsipnya adalah kehati-hatian. Yang bisa kita lakukan adalah melindungi jemaah umrah,” tutup Budi di akhir penjelasannya. 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan pemerintah saat ini terus berupaya mencari solusi agar harapan penyelenggaraan haji dan umrah mendapatkan titik cerah. 

“Pemerintah terus berupaya mencari solusi yang terbaik, bahwa kita mendapatkan informasi terus menerus dan nampaknya ada harapan penyelenggaraan haji dan umrah menemui titik cerah. Di Arab Saudi terdapat kebijakan-kebijakan yang menunjukkan pandemi mulai membaik,” terang Hilman.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca