Lompat ke isi utama
x

Resmikan Mal Saji, Ka.Kanwil Kalsel : Berikan Layanan Konsisten Jangan Hanya Tren 

Kalsel

Tanjung (PHU) – Kepala Kanwil (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel H. Muhammad Tambrin meminta kepada jajarannya untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan  berkelanjutan.

“Berikan layanan dengan konsisten jangan hanya sekedar tren saja,” katanya saat meresmikan layanan Optimalisasi Layanan Setoran Jemaah Haji (MAL SAJI) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabalong, beberapa waktu lalu.

Mal Saji merupakan Layanan Publik Berbasis Online. Selain Mal Saji, Kepala Kanwil juga mencanangkan Zona Integritas di Kantor Kemenag Tabalong.

Menurut Tambrin tidak cukup hanya dengan ide dan inovasi saja, harus ada upaya dan dukungan dari banyak pihak agar kualitias dan tujuan layanan tersebut dapat terus bertahan.

“Diperlukan beberapa faktor agar tujuan layanan dapat terwujud. Pertama, ketersediaan sistem yang terpadu. Berbicara mengenai teknologi dan pelayanan publik, pemerintah tentu saja harus menyediakan perangkat yang memadai dan terpadu, serta terintegrasi,” katanya. 

Kedua, lanjut Tambrin, menempatkan Sumber Daya Manusia yang berintegritas dan sesuai di bidangnya, serta harus dipikirkan kesesuaian jumlah kebutuhan SDM-nya  agar tujuan dapat tepat sasaran dan tepat guna.

“Ketiga harus dilakukan secara berkesinambungan, besar harapan kami MALSAJI dapat terus berjalan secara optimal dalam melayani jemaah haji,” tegasnya.

Terkait Pencanangan Zona Integritas (ZI) Tambrin menjelaskan, ZI merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Tambrin membeberkan ada Lima langkah strategi yang dapat kita lakukan dalam membangun zona integritas yaitu komitmen.

“Harus ada komitmen pimpinan dan semua pegawai dengan melibatkan bawahan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan menularkan semangat dan visi yang sama,” katanya.

Selanjutnya harus ada kemudahan pelayanan, yakni menyediakan fasilitas yang lebih baik dan semangat Hospitality untuk kepuasan publik.

Ketiga, menciptakan program yang menyentuh masyarakat agar  dapat membuat unit kerja dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat pun dapat merasakan kehadiran unit kerja tersebut. Keempat, melakukan monitoring dan evaluasi.

“Dan langkah strategi yang terakhir adalah dengan membuat manajemen media yakni untuk memastikan bahwa setiap aktivitas dan inovasi perubahan yang telah dilakukan dapat diketahui oleh masyarakat,” terangnya.

Terakhir, ia menyampaikan apresiasinya kepada semua jajarannya yang telah mendedikasikan semangat dan kinerjanya untuk peningkatan kualitas pelayanan.  

Penulis
Rajudin
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca