Lompat ke isi utama
x

Samakan Persepsi Haji, Kemenag Aceh Gelar "Ngoceh"

aceehhh

Banda Aceh (PHU) - Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar kegiatan ngobrol cerita haji (Ngoceh) bersama perwakilan Seksi PHU Kemenag Kab/Kota se-Aceh di D'energy Cafe Lamsayeun, Aceh Besar, Rabu (09/6/2021)

Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyamakan persepsi antara Bidang PHU dan Seksi PHU Kemenag Kabupaten/Kota terkait pembatalan haji 2021 serta menyangkut dengan sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tentang Pembatalan Keberangkatan Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H / 2021 M.

Kepala Kanwil Kemenag Prov. Aceh, Iqbal  mengatakan, pembatalan keberangkatan haji 2021 diputuskan setelah melalui pembahasan dan kajian yang mendalam antara Kementerian Agama dengan lembaga terkait termasuk DPR RI, pemerintah Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia.

"Di samping alasan Covid yang meningkat, pemerintah Arab Saudi juga tidak memberikan kuota berapa jemaah yang diberangkatkan termasuk Indonesia,  pertimbangan kesehatan jemaah itu lebih penting dibanding yang lain.  Tidak ada jaminan jemaah yang berangkat tidak teridentifikasi Covid," katanya.

Iqbal mengatakan, jika merujuk pada jadwal pelaksanaan ibadah haji, pada 10 Juni 2021 seharusnya jemaah kloter 1 dari Indonesia sudah diberangkatkan. Namun, hingga hari ini dan pasca pembatalan keberangkatan haji dari Indonesia, pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan informasi resmi terkait haji tahun ini.

Ia menjelaskan, meskipun tahun ini haji batal diberangkatkan, namun negara menjamin dana milik jemaah terjaga. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan hoaks yang beredar menyangkut penggunaan dana haji oleh pemerintah.

"Saya harap informasi ini bisa sampai kepada masyarakat. Dananya tetap aman dan bisa diambil kapan saja," ungkapnya.

KaKanwil meminta Kemenag Kab/Kota untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat menyangkut pembatalan keberangkatan haji dan dana milik jemaah, sehingga para jemaah tidak termakan hoaks yang beredar di media sosial.

"Menurut kami keputusan ini sangat tepat walaupun menimbulkam polemik dalam masyarakat. Ini harus disampaikan sehingga masyarakat mendapat informasi yang benar," terang Iqbal.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang PHU Arijal, untuk melawan hoaks yang beredar di media sosial, ia meminta Seksi PHU seragam dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat menyangkut pembatalan keberangkatan haji tahun ini.

"Mohon diinformasikan agar masyarakat tidak bingung dengan informasi di media sosial. Kami juga tahu informasi bahwa di daerah ada jemaah yang ingin meminta informasi tentang penundaaan ini," tuturnya.

Penulis
Kemenag Aceh
Editor
Ranita Erlanti Harahap

Jumlah Pembaca