Lompat ke isi utama
x

Sesditjen PHU Minta Direktorat Optimalkan Alokasi Anggaran Pasca Haji Batal

Sesditjen

Jakarta (PHU) – Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Sesditjen PHU) Kementerian Agama Ramadhan Harisman meminta kepada masing-masing unit eselon II untuk mengoptimalkan alokasi dan refocusing anggaran pasca kebijakan pembatalan keberangkatan haji. 

Demikian dikatakan Ramadhan saat kegiatan Penyusunan Refocusing dan Alokasi Anggaran Ditjen PHU Tahun 2021 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

“Penyelenggaraan refocusing ini dalam rangka melihat lagi alokasi anggaran dari masing-masing eselon 2 untuk kita optimalkan pasca pembatalan keberangkatan haji tahun ini, karena sangat mungkin ada kegiatan-kegiatan yang sudah tidak relevan lagi untuk dilaksanakan,” kata Ramadhan.

Ia juga menegaskan bahwa hasil akhir dari kegiatan ini dapat berupa skema baru yang lebih realistis dan responsif terhadap pembatalan haji dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting. “Kita akan melihat kembali, memaparkan, dan berdiskusi sehingga nanti bisa diusulkan skema baru yang realistis, dengan pertimbangan sekarang sudah di akhir Juni, kalau dihitung secara efektifnya kita memiliki waktu kurang lebih 4 bulan dari Agustus, sehingga pada Desember nanti kita sudah bisa fokus ke SPJ saja,” terangnya.

“Dari kegiatan ini kita juga berharap dapat menghasilkan skema kegiatan yang responsif terhadap pembatalan haji ini dengan mempertimbangkan 3 aspek, yaitu waktu yang tersisa untuk mengadakan kegiatan-kegiatan, sumber daya manusianya, serta keterbatasan-keterbatasan yang diberikan oleh Standar Biaya Masukan,” sambungnya.

Dirinya berharap, kedepannya target-target dan realisasi penyerapan anggaran di Ditjen PHU lebih baik lagi.  “Harapannya, target-target bisa tercapai dan realisasi penyerapan anggaran juga menjadi lebih baik. Nanti bisa dibikin rencana kegiatan hingga akhir tahun, selain usulan penyesuaian kegiatan sehingga bisa dimonitor, sehingga kinerja bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ramadhan.

Kabag

Kepala Bagian Perencanaan dan Humas Slamet mengatakan bahwa kegiatan Refocusing dan Realokasi Anggaran ini dimaksudkan untuk memverifikasi kegiatan-kegiatan di masing-masing direktorat setelah ditetapkannya kebijakan pembatalan haji tahun ini.  

“Kita mencoba melakukan verifikasi kegiatan-kegiatan kepada teman-teman di direktorat, tujuannya bukan semata-mata mengurangi, tapi lebih kepada berdiskusi bagaimana agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat lebih bermanfaat dan direalisasikan sesuai dengan Standar Biaya Masukan-nya, sehingga kemampuan eksekusinya dapat tergambar,” tegasnya.

Dalam kegiatan Refocusing dan Realokasi Anggaran ini Ditjen PHU juga melakukan penajaman kegiatan tahun 2021 untuk menghadapi kondisi new normal, diantaranya pengoptimalan anggaran yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui digitalisasi layanan publik sehingga dapat menjadi efisiensi birokrasi. Pemenuhan belanja operasional asrama haji untuk pemenuhan layanan standar COVID-19 di pusat, daerah, dan Arab Saudi juga menjadi prioritas. Selain itu, Ditjen PHU juga akan merancang peningkatan kuantitas dan kualitas pembimbing ibadah melalui sertifikasi dan TOT pembimbing ibadah.

Paparan

Kegiatan ini diisi dengan diskusi paralel dengan masing-masing direktorat di lingkungan Ditjen PHU yang bertujuan untuk mempersiapkan dan mengefektifkan kembali rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa new normal hingga akhir tahun.

Penulis
Mustarini Bella Vitiara
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca