Lompat ke isi utama
x

Sinergi dengan Kemenag, KBIHU Siap Tingkatkan Pembinaan Jemaah Haji

Diseminasi Pemberangkatan Jemaah Haji di Magelang

Magelang (PHU)--Pasca pembatalan keberangkatan jemaah haji  Indonesia ke Tanah Suci sebagai dampak dari belum berakhirnya pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk meningkatkan pembinaan kepada jemaah haji. 

Hal itu diutarakan Ketua Forum KBIHU Provinsi Jawa Tengah Aminuddin Anwar saat menjadi pembicara Diseminasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442H/2021M di Magelang. Senin (16/08/2021). 

KBIHU sendiri, kata Aminuddin siap bersinergi dengan Kementerian Agama dalam meningkatkan akselerasi pembinaan jemaah haji sesuai dengan regulasi dari pemerintah.

"Dengan adanya pembatalan keberangkatan haji dan isu-isu yang beredar saat ini, merupakan tugas KBIHU untuk bersama-sama bersinergi dan tingkatkan akselerasi sesuai dengan perundangan maupun peraturan yang telah disetujui oleh pemerintah," ujarnya.

Ia juga memaparkan bahwa tugas utama KBIHU dalam melakukan sosialisasi sudah  maksimal dalam meningkatkan pembinaan manasik kepada jemaah haji. 

"Terkait pembinaan internal dan eksternal juga diperlukan. bagaimana kita meningkatkan kualitas KBIHU terhadap jemaah maupun menata organisasi KBIHU di setiap daerah," terangnya. 

"Selain menguasai ilmu agama Islam serta hukum-hukumnya, membimbing merupakan prioritas KBIHU dalam memberikan pemahaman fasilitas yang disediakan di dalam negeri dan arab saudi," sambungnya. 

Sarana dan prasarana, lanjut dia juga merupakan modal penting bagi KBIHU untuk diseminasi dan bimbingan kepada jemaah. Terkait Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini, ia mengakui dengan belum adanya Mock Up pesawat membuat KBIHU masih berusaha untuk membimbing dengan sarana yang cukup terbatas. 

"Karena mayoritas jemaah adalah lanjut usia, merupakan tugas KBIHU untuk membimbing bagaimana tata cara beribadah dan memanfaatkan sarana dan prasarana, didalam negeri maupun di Arab Saudi," ucapnya. 

Aminuddin menegaskan kembali bahwa merupakan tugas KBIHU untuk terus membimbing jemaah. "Meminimalisir kesulitan dan ketidakpahaman jemaah adalah tugas kita meskipun pada tahun ini jemaah kita tidak bisa diberangkatkan," jelas Aminuddin. 

"Terlebih banyak sekali isu tentang haji belakangan ini, merupakan tugas kita juga untuk memberi penjelasan dan menentramkan hati jemaah kita," ujar dia. 

Isu uang haji yang terpakai oleh pemerintah dan lain-lain membuat beberapa jemaah mengambil seluruh dananya, termasuk porsi haji sehingga jika mendaftar harus kembali mengantri dari awal. 

Aminuddin mengklarifikasi isu tersebut bahwa hanya setoran pelunasan haji saja yang bisa ditarik, bukan dana setoran awal dan jika uang pelunasan ditarik, tentu tidak akan mempengaruhi antrian jemaah dengan ketentuan jika tahun depan kuota yang diberikan sama seperti sebelumnya dan pandemi telah berakhir. 

"Dengan membangun sinergi yang baik, insyaallah akan berakhir dengan baik juga. walaupun ada pembatalan pemberangkatan tahun ini, kita tetap harus membimbing manasik haji walaupun hanya bisa secara daring," harapnya. 

"Kondisinya saat ini kita pasrahkan kepada Allah SWT. Tugas kita tetap tenangkan jemaah, dan tetap berdo'a semoga pandemi berakhir. Moga-moga pandemi segera berakhir dan jemaah bisa berangkat haji dan umrah normal seperti sebelumnya," pungkasnya.

Penulis
Winda Galuh Desfianti
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca