Lompat ke isi utama
x

Tangkal Hoax, Toga dan Tomas Diminta Edukasi Jemaah Haji dan Umrah 

Bima

Bima (PHU)--Kementerian Agama Kota Bima Nusa Tenggara Barat menegaskan akan menggandeng tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas) dalam mengedukasi informasi terkait penyelenggaraan haji dan umrah kepada jemaah haji.

"Bersama lewat perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat tiap keluarahan se-Kota Bima yang kita undang, dapat mengedukasi masyarakat tentang regulasi haji maupun umrah sehingga dapat menangkal berita-berita miring selama ini," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kota Bima Muhammad Safi'i di Kota Bima. Kamis (19/11).

Safi'i berpendapat tokoh agama dan tokoh masyarakat dirasa efektif dalam menyampaikan informasi haji dan umrah kepada masyarakat khususnya jemaah haji. "Nyatanya masih terdapat banyak distorsi informasi, walau KMA 494 Tahun 2020 terbit sejak Juni lalu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Bima Ahmad Taufik menuturkan jemaah haji yang sudah melakukan pembatalan 42 orang, 4 diantaranya dibatalkan karena wabah penyakit. Ia berharap kepada jemaah haji Kota Bima agar selalu berprasangka baik (husnudzon) dengan adanya pembatalan ini.

"sampai hari ini pembatalan kegiatan haji sudah 42 kali, dan 4 kali dibatalkan karena wabah penyakit sisanya karena sebab keamanan. Kita harus berhusnudzon akan pembatalan ini, bahwa Allah sedang menjaga kita. Akan sangat berbahaya bagi keselamatan jemaah haji apabila dipaksakan untuk berangkat," jelas Taufik.

30 orang tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Bima dilibatkan dalam penyampaian informasi haji dan umrah yang dikemas dalam Sosialisasi Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji itu.

Penulis
Kemenag Kota Bima
Editor
Husni Anggoro