Lompat ke isi utama
x

Tingkatkan Pembimbing Haji dan Umrah, Ditjen PHU - IAIN Surakarta Teken MoU

MoU

 

Solo (PHU)--Dalam masa pandemi saat ini, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama terus melakukan peningkatan layanan kepada jemaah haji. Salah satu yang saat ini adalah dilaksanakan adalah peningkatan sertifikasi pembimbing haji dan umrah. 

Menggandeng IAIN Surakarta, Ditjen PHU terus menggenjot program unggulannya yang telah berjalan itu. Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Ag. mengapresiasi kegiatan tersebut. 

"Kami mengapresiasi kegiatan ini untuk melanjutkan pembicaraan yang sudah berjalan dan dilanjutkan dari tahun lalu," katanya. 

Dengan penandatanganan MoU ini, lanjut Mudhofir, IAIN surakarta siap dalam menyukseskan program Kementerian Agama, termasuk dengan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. 

Mudofir mengimbau, sebagai mitra pemerintah, pihak akademisi siap dalam penjelasan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat. "Jangan sampai seperti di india, dengan meningkatnya angka kasus Covid-19 yang cukup drastis," imbaunya. 

Ia mengatakan, sudah menjadi tugas perguruan tinggi, untuk menjadi kemitraan dalam memobilisasi dalam tujuan Kementerian Agama dalam berkomunikasi dengan jemaah haji dan masyarakat. 

Mudofir berharap kerja sama dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam memberikan pelayanan dan sosialisasi dapat terus berlanjut. 

"Kepastian haji masih belum ada konfirmasi dari Arab Saudi dan kita harus hati-hati, karena dalam sejarah literasi haji, ini yang ke 40-kalinya haji tidak bisa diselenggarakan pada tahun 2020. Oleh karenanya, semoga dari acara ini, kita bisa meningkatkan manajemen dakwah dan kompetensi pembimbing haji di tahun ini maupun tahun-tahun yang akan datang," terangnya. 

Sementara itu, Plt. Dirjen PHU Kemenag Khoirizi H. Dasir menegaskan saat ini dunia masih berperang dengan Covid-19, ia mengajak kepada seluruh pihak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan sehingga Indonesia bisa memutus siklus Covid-19 ini. 

"Pandemi Covid-19 bisa kita putus mata rantainya dengan melakukan protokol kesehatan, dengan memulai dari kita dalam menjalankan protokol kesehatan, semoga Indonesia dapat memutus siklus Covid-19," kata Khoirizi. 

Terkait MoU ini, pandemi Covid-19 ini diakui Khoirizi memang sangat berdampak dengan penyelenggaraan haji dan umrah, karena itu ia mengajak seluruh pihak terkait untuk menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan haji dan umrah ini. 

"Peran perguruan tinggi, ulama, dan berbagai pihak terkait lainnya menjadi bagian penting dalam Penyelenggaraan Haji dan Umrah di aspek ibadah," terang Khoirizi. 

Ia tak lupa mengapresiasi para akademisi dalam menjalankan amanah yang nantinya akan diimplementasikan untuk kepentingan jemaah haji.

"Dengan adanya kegiatan ini, semoga kita yang telah diberikan amanah dapat berfokus pada layanan dan himbauan yang diberikan kepada masyarakat khususnya penerapan protokol kesehatan dalam ibadah, dan mobilisasi program Kementerian Agama," tandasnya. 

Kementerian Agama bersama IAIN Surakarta melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diantaranya berisi : 

1. Pelaksanaan program sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah. 

2. Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

3. Kegiatan magang mahasiswa & pengembangan pengkajian Penyelenggaraan Haji dan Umrah antara Fakultas Ushuluddin & Dakwah dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. 

Hadir dalam acara tersebut peserta dari Kementerian Agama se Solo Raya, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta civitas akademika IAIN Surakarta.

Penulis
Winda Galuh Desfianti
Editor
Husni Anggoro

Jumlah Pembaca