24 Mei 2024
Makkah Terima Jemaah dari Madinah dan Tanah Air, Petugas Siagakan Layanan Lansia
Jakarta (PHU) --- Jemaah haji Indonesia gelombang II mulai tiba di Kota Makkah Al-Mukaramah. Ini ditandai dengan kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 27 embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-27) di Hotel Menara Al-Mena Makkah, pada Jumat (24/05/2024) pukul 05.30 WAS. "Alhamdulillah Daerah Kerja (Daker) Makkah per hari ini sudah menerima 76 kloter dari Madinah, dan mulai menerima kedatangan jemaah gelombang ke-2 dari Jeddah," jelas Kepala Daker Makkah Khalilurrahman di Makkah, Jumat (25/5/2024). "Untuk gelombang ke-2, hari ini akan diterima sebanyak 14 kloter yang akan membawa 5.830 jemaah. Tadi kita sudah menerima dua kloter, JKG-27 dan PDG-10," imbuhnya. Layanan akomodasi disiapkan di lima wilayah yaitu, Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy. Ada 170 hotel yang telah disiapkan. Sejumlah layanan ramah lansia sudah disiagakan untuk menyambut para jemaah. "Khususnya, bagi jemaah lansia, kita sudah menempatkan kamar-kamar yang dekat dengan lift agar mempermudah mobilitas mereka. Selain itu, kita juga menyiapkan menu khusus bagi lansia," tutur Khalilurrahman. Ia menyampaikan, di tiap pemondokan juga telah disiapkan kursi roda bagi lansia. "Untuk pelaksanaan umrah wajib juga akan ada pendampingan bagi lansia. Untuk kloter yang baru datang kali ini, rencananya akan melaksanakan umrah wajib pada pukul 16.00 WAS," tutur Khalil, begitu ia biasa disapa.
24 Mei 2024
Keberangkatan Gelombang Kedua Dimulai, 16 Kloter Jemaah Haji Indonesia Tiba di Jeddah Hari ini
Jakarta (PHU) --- Jemaah haji Indonesia yang terbang pada fase keberangkatan gelombang kedua mulai tiba di Jeddah. Dua kelompok terbang (kloter) tiba bersamaan di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Sebanyak 388 jemaah tergabung dalam kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG-27) dan ada 388 jemaah kloter 10 Embarkasi Padang (PDG-10). Mereka tiba di Jeddah sudah mengenakan pakaian ihram lengkap. Dari bandara, mereka bertolak ke Kota Makkah untuk menjalankan ibadah umrah wajib. Fase keberangkatan jemaah haji gelombang kedua berlangsung dari 24 Mei sampai 10 Juni 2024. Jemaah haji terbang dari embarkasi di Tanah Air menuju King Abdul Aziz Internastiol Airport (KAAIA) Jeddah. Mereka diimbau langsung menuju Makkah untuk menunaikan umrah wajib. Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Jeddah Jeddah Yusron B Ambary mengatakan kedatangan jemaah haji hari ini menandai dimulainya fase kedatangan jemaah haji gelombang dua di Arab Saudi. "Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Seluruh jemaah tiba dalam keadaan baik dan sehat," ungkapnya saat penyambutan jemaah haji di Bandara King Abdul Aziz Jeddah (24/5/2024). "Tadi ada penyambutan secara khusus, baik dari pihak imigrasi maupun dari Arab Saudi. Jemaah dari Jakarta ini termasuk yang sudah mendapat layanan fast track. Jadi mereka mengarahkan," tutur Yusron.
24 Mei 2024
Jumat Perdana di Masjidil Haram, Kemenag Terbitkan Imbauan untuk Jemaah Haji Indonesia
Jakarta (PHU) -- Jemaah haji Indonesia mulai tiba di Makkah Al-Mukarramah pada 21 Mei 2024. Hari ini adalah Jumat perdana mereka di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerbitkan imbauan terkait Salat Jumat di Masjidil Haram. Jemaah yang akan ke Masjidil Haram, diimbau berangkat lebih awal agar bisa mendapat tempat di dalam dan terhindar dari kepadatan. Sebab, cuaca di Makkah sangat terik. Pesan ini disampaikan anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda saat membacakan keterangan resmi Kementerian Agama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Widi menyampaikan, Masjidil Haram hari ini akan lebih padat dipenuhi jemaah yang akan menunaikan Salat Jumat. “Untuk menghindari kepadatan antrean di halte dan terminal, jemaah agar menyesuaikan waktu keberangkatan dari hotel maupun waktu kepulangan dari Masjidil Haram dengan menggunakan bus shalawat,” terang Widi, Jumat (24/05/2024). Karenanya, jemaah yang akan ke Masjidil Haram diimbau berangkat lebih awal, satu atau dua jam sebelum waktu salat, atau jam 10 waktu setempat. “Dengan datang lebih awal, jemaah dapat salat di dalam masjid dan menghindari potensi kemungkinan penutupan terminal dan berpotensi salat di luar masjid dengan risiko kepanasan,” katanya. “Setelah salat, jemaah agar pulang lebih lambat, menunggu 30 – 60 menit atau pulang setelah jam 14.00 WAS, hal ini untuk menghindari antrean dan penumpukan jemaah di terminal bus,” ​​​​​sambungnya. “Pastikan naik bus sesuai rute tujuan yang akan membawa kembali ke hotel,” lanjut dia.
23 Mei 2024
Ini Upaya Kemenag Maksimalkan Pengisian Kuota Haji
Jakarta (PHU) --- Indonesia tahun ini mendapat 241.000 kuota, terdiri atas 213.320 kuota jemaah haji reguler dan 27.680 kuota jemaah haji khusus. Sampai akhir masa pelunasan biaya haji, seluruh kuota jemaah haji reguler sudah terpenuhi. Ada juga jemaah yang sudah melakukan pelunasan tapi masuk dalam kuota cadangan, totalnya mencapai 7.000 orang. Dalam perjalanannya, ada saja jemaah yang sudah melunasi, batal keberangkatannya karena sejumlah alasan. Misalnya, wafat, hamil, sakit, atau sengaja menunda keberangkatan karena alasan tertentu lainnya. “Kadang, jemaah yang batal berangkat itu secara kelengkapan dokumennya sudah selesai semua. Tinggal menunggu kelompok terbangnya berangkat,” tegas Direktur Layanan Haji dalam Negeri Saiful Mujab di Jakarta, Kamis (23/5/2024). Batal berangkat seperti ini, kata Saiful, perlu diantisipasi agar keterserapan kuota haji tetap maksimal. Secara prosedur, ada mekanisme administrasi yang harus ditempuh. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah menerbitkan edaran terkait Mekanisme Pengisian _Seat_ Kosong Keberangkatan Jemaah Haji. Edaran ini ditujukan kepada para Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia. “Kami telah sampaikan edaran sebagai pedoman para Kabid PHU terkait mekanisme pengisian seat kosong keberangkatan Jemaah Haji. Ini bagian upaya kami memaksimalkan pengisian kuota haji 1445 H/2024 M,” sebutnya. Berikut mekanisme pengisian _seat_ kosong keberangkatan jemaah haji: A. Identifikasi Penyebab Jemaah Tunda 1. Jemaah Tunda Karena Sakit atau Alasan Lainnya a. Kanwil Kemenag Provinsi dapat mengusulkan jemaah cadangan lunas sebagai pengganti apabila terdapat jemaah yang sakit lebih dari tiga hari atau tidak memungkinkan untuk berangkat berdasarkan surat keterangan dokter. b. Dalam hal terdapat jemaah yang sakit kemudian sembuh dan visanya sudah tersedia, untuk pemberangkatan, Kanwil Kemenag Provinsi dapat menghubungi Subdit Transportasi. 2. Jemaah Tunda Karena Wafat atau Hamil Jemaah dengan kondisi ini otomatis dibatalkan atau ditunda keberangkatannya. B. Permohonan oleh Kanwil Kanwil Kemenag Provinsi bersurat kepada Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri untuk membatalkan visa jemaah yang akan menunda dan mengusulkan jemaah cadangan lunas sebagai pengganti. C. Mekanisme Penggantian Jemaah Tunda 1. Jika terdapat Jemaah yang sudah Tervisa a. Kanwil Kemenag Provinsi menyerahkan fisik paspor jemaah kepada Subdit Dokumen; b. Subdit Dokumen membawa fisik paspor jemaah ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk pembatalan visa; 2. _Entry_ Jemaah Tunda Kemenag Kabupaten/Kota melakukan _entry_ jemaah tunda pada Aplikasi SISKOHAT. 3. Penentuan Jemaah Cadangan Kanwil Kemenag Provinsi dapat mengusulkan jemaah cadangan pengganti yang akan mengisi _seat_ kosong paling lambat lima hari sebelum masa pengajuan visa berakhir, dengan urutan kriteria sebagai berikut: a. Berdasarkan urutan nomor porsi; b. Yang akan digabung dengan mahramnya; c. Yang siap untuk berangkat. 4. _Entry_ Jemaah Cadangan Berhak Berangkat Subdit Pendaftaran melakukan entry jemaah cadangan lunas yang berhak berangkat sesuai usulan. 5. _Entry_ dalam Pra-Manifest Kanwil Kemenag Provinsi melakukan entry jemaah cadangan lunas ke dalam pra-manifest. 6. Jemaah Siap Berangkat Jemaah cadangan siap diberangkatkan.
23 Mei 2024
PPIH Imbau Jemaah Gunakan Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi Masjidil Haram
Jakarta (PHU) --- Jemaah haji Indonesia secara bertahap sudah mulai tiba di Makkah untuk melakukan umrah wajib. Jemaah haji yang membutuhkan kursi roda, diimbau gunakan jasa pendorong resmi di Masjidil Haram. Pesan ini disampaikan anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda saat membacakan keterangan resmi Kementerian Agama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (23/5/2024). Menurutnya, setelah sampai di hotel Makkah, petugas haji akan mendata dan mengelompokkan jemaah yang menggunakan kursi roda. Kebanyakan dari mereka adalah jemaah lanjut usia, disabilitas dan jemaah risiko tinggi. Petugas juga akan mengatur proses pelaksanaan umrah jemaah pengguna kursi roda. “Didampingi petugas, para jemaah tersebut masuk ke bus shalawat yang telah dilengkapi akses naik kursi roda untuk dibawa ke Masjidil Haram,” kata Widi. “Petugas melakukan pengecekan kembali dengan cermat untuk memastikan jemaah telah mengenakan pakaian ihram dengan benar, berwudu, dan membimbing jemaah untuk berdoa sebelum naik bus shalawat,” sambungnya. “Sepanjang perjalanan ke Masjidil Haram, petugas haji terus membimbing dan memimpin jemaah bertalbiyah,” lanjutnya. Ia menjelaskan, untuk memperlancar prosesi Tawaf dan Sai, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan disabilitas, pengelola Masjidil Haram memfasilitasi dan menyediakan layanan penyewaan pendorong kursi roda serta penyewaan skuter. “Pengelola Masjidil Haram menyediakan jalur khusus bagi jemaah yang akan Tawaf dan Sa’i menggunakan jasa pendorong kursi roda dan jalur khusus skuter,” jelasnya.
23 Mei 2024
Sowan ke PBNU, Dirjen PHU Jelaskan Skema Baru Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024
Jakarta (PHU)--Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief sowan ke Kantor Pengurus Besar Nadhalatul Ulama (PBNU) di bilangan Jalan Kramat Raya, Jakarta. Didampingi Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, Dirjen PHU mendiskusikan isu aktual terkait penyelenggaraan ibadah haji 1445H/2024M di Arab Saudi bersama jajaran pengurus PBNU. Skema baru penyelengaraan ibadah haji yang akan diterapkan sejatinya perlu mendapatkan masukan dan saran dari para tokoh dan ulama Islam. Kunjungan ke Kantor PBNU ini dilakukan Dirjen PHU hanya berselang dua hari setelah bertemu dengan jajaran MUI Pusat. Hadir dalam pertemuan tersebut Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Nurul Yaqin Ishaq, KH Faiz Syukron Makmun dan KH Sarmidi Husna, Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz, dan Ketua Lakpesdam, Hasanuddin Ali. "Konteks dari kunjungan kami ke kantor PBNU adalah ingin menjelaskan tentang adanya skema baru dalam penyelenggaraan Ibadah haji tahun ini," ujar Hilman Latief, Kamis (23/5/2024). "Pemerintah perlu memberikan penjelasan kepada Ormas NU terkait skema murur (mabit di bus) saat di Muzdalifah dan tanazul ke hotel ketika di Mina yang keduanya akan diberlakukan kepada sebagian jemaah haji Indonesia pada tahun ini," sambung Hilman. Hilman menjelaskan penambahan kuota 20.000 dari kuota awal 221.000 menjadi 241.000 jemaah, memerlukan skema khusus yang harus dipersiapkan dengan baik, di tengah tidak adanya penambahan _space_ baik di area Muzdalifah dan Mina. Skema ini diambil untuk menghindari penumpukan dan stuck Jemaah haji di Muzdalifah akibat berkurangnya _space_ mabit karena adanya pembangunan sarana toilet dalam jumlah banyak di area Muzdalifah, dan pemindahan 27.000 jemaah haji dari Mina Jadid ke area Muzdalifah. Seminggu yang lalu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholder layanan di Armuzna. Salah satu rekomendasinya menyatakan bahwa pihak Kementerian Haji dan Umrah mendukung ide dan gagasan murur Jemaah Indonesia pada saat mabit di Muzdalifah. "Kita mengambil skema murur antisipasi kepadatan lokasi di Muzdalifah, dimana jemaah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah tidak turun dari bus, tapi langsung ke Mina," tandas Hilman. Demikian juga ketika di Mina, Jemaah akan diskemakan tanazul (kembali) ke hotelnya di Makkah terutama mereka yang tinggal di wilayah Raudlah dan Syissah. Hal ini juga untuk menghindari kepadatan di tenda Mina serta keterbatasan sarana toilet yang tersedia. “Untuk menghindari kepadatan serta memberikan kemudahan bagi jemaah haji khususnya lansia saat berada di tenda Mina, sebagian jemaah haji akan ditanazulkan ke hotelnya di Makkah,” jelas Hilman. Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Faiz Syukron Makmun mengatakan akan segera menyampaikan beberapa skema baru penyelenggaraan ibadah haji yang telah dijelaskan kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf untuk dibicarakan bersama terkait solusi hukumnya di internal tokoh dan ulama NU. Penulis : Benny A | Editor : Tree Agung N
22 Mei 2024
Arab Saudi Apresiasi Kegigihan Petugas Bantu Jemaah Haji
Fase kedatangan Jemaah Haji Indonesia gelombang 1 di Madinah memasuki hari terakhir. Sebanyak 89.114 Jemaah Haji Indonesia yang tergabung dalam 229 Kloter mendarat di bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Jeddah. Pelayanan kedatangan jemaah haji di Bandara Madinah terbagi dalam beberapa pintu kedatangan (Gate). Kedatangan Jemaah haji Indonesia di Madinah secara umum melalui Gate Haji, Gate Internasional, Gate Zero, dan Gate Makkah Road atau dikenal dengan jalur Fast track. Jalur Fast track digunakan pelayanan kedatangan jemaah haji Indonesia asal Embarkasi Jakarta, Solo, dan Juanda. Sesuai dengan namanya, jalur ini menuntut kecepatan pergerakan jemaah. Tidak boleh ada rombongan jemaah haji yang terlalu lama di jalur Fast track. Semua harus cepat diberangkatkan ke hotel di Madinah. Tuntutan kecepatan pelayanan dan kesesuaian jemaah dalam bis sesuai kontrak kadang menimbulkan "dinamika lapangan" yang menguras emosi. Sering kali dijumpai petugas haji Indonesia harus bernegosiasi panjang dengan para petugas Bandara Madinah dan wukala untuk menyelesaikan setiap persoalan lapangan. Namun dengan visi yang sama dalam mengutamakan pelayanan kepada para tamu Allah, semua permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Tidak jarang dijumpai para petugas haji Indonesia bercengkrama dan berbagi cerita dengan petugas Wukala di sela-sela kesibukan tugas. Salah satu pimpinan Wukala di jalur Fast track, Abdullah Ishaq Al Hosah sebagai Supervisor Wukala, merasa sangat terbantu dengan keberadaan petugas haji Indonesia. "Keberadaan petugas haji Indonesia di bandara sangat dibutuhkan karena sangat membantu kami dalam bekerja," ujar Abdullah saat dijumpai di Bandara Madinah, Kamis (23/5/2024). "Kami dapat bekerja lebih cepat karena para petugas membantu mengarahkan jemaah haji sejak dari pintu keluar hingga masuk dalam bus," lanjutnya menerangkan. Abdullah juga sangat terkesan dengan kegigihan para petugas haji dalam menjalankan tugas. "Petugas haji Indonesia sangat kompak dalam bekerja. Mereka juga ramah dan sopan," sanjung Abdullah kepada petugas haji Indonesia. Abdullah juga memberikan pujian khusus kepada Jemaah Haji Indonesia. Menurutnya Jemaah Haji Indonesia mudah diatur. "Andaikan semua jemaah haji seperti jemaah Indonesia maka kami akan sangat nyaman dalam bekerja," tutur Abdullah. Di akhir obrolan, Abdullah juga mengajak para petugas haji Indonesia saling bekerjasama melayani tamu Allah. "Kami sangat menghargai para petugas haji Indonesia, semoga kita tetap kompak bekerjasama melayani para tamu Allah dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah memberikan berkah kepada jemaah dan petugas haji Indonesia," pungkasnya. Penulis : Abdul Basir | Editor : Tree Agung N
22 Mei 2024
Dirjen PHU dan Kemenkeu Bahas Potensi Indonesia dalam Rantai Pasok Haji dan Umrah
Jakarta (PHU)--Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memanfaatkan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Potensi besar ini dipaparkan Dirjen PHU Hilman Latief dalam rapat bersama di Kementerian Keuangan RI dengan mengusung tema pembahasan Penguatan Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Haji dan Umrah. Rapat bersama ini dipimpin Staf Ahli Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kemenkeu RI, sekaligus Kepala Sekretariat KNEKS, Parjiono dan dihadiri Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu, Kementerian Agama Ramadhan Harisman, Kepala dan Anggota Badan Pelaksana BPKH, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF serta Direktur Pembiayaan Syariah, dan Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Manajemen Eksekutif KNEKS. "Penguatan ekosistem haji dan umrah serta dampaknya kepada masyarakat harus menjadi potensi ekonomi yang perlu dicermati di balik umat muslim Indonesia melaksanakan ibadah haji dan umrah. Sekitar 65 triliun lebih biaya yang dikeluarkan masyarakat muslim Indonesia setiap tahun untuk melaksanakan ibadah haji dan berdoa di tanah suci. Potensi ini secara ekonomi harus kita cermati untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Dirjen PHU Hilman Latief, Rabu (22/5/2024). Hilman menambahkan tahun 2024 Indonesia menjadi negara pengirim delegasi haji terbesar di dunia dengan kuota 241.000 jamaah dengan rincian 221.00 kuota normal dan 20.000 kuota tambahan. Sementara untuk ibadah umrah hingga Mei 2024 tercatat sekitar 595.834 jamaah yang sudah melakukan umrah di Arab Saudi dengan jumlah travel umrah sebanyak 2.579 perusahaan. Dalam kesempatan tersebut Hilman juga memaparkan justifikasi normatif ayat Al Quran Surah Al-Hajj 27-28 yang artinya. "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh, serta ayat 28 yang artinya agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan 1 atas rezeki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir," "Ibadah haji dan umrah itu menghadirkan manfaat akhirat yakni spiritual, silaturahim persaudaraan. Sementara manfaat di dunia adalah memberi manfaat ekonomis atau profit serta sosial kemasyarakatan," kata Hilman. Untuk layanan layanan jemaah dan potensi ekonomi dalam negeri dari penyelenggaraan haji diantaranya Seragam Jemaah, Seragam Petugas Hotel di Madinah, Katering di Embarkasi, Layanan Bis dan kebutuhan jemaah lainya. "Sementara dari layanan jemaah dan potensi ekonomi di luar negeri khususnya di Arab Saudi saat ini kita baru dapat menyiapkan makanan siap saji dan bumbu. Untuk layanan seperti daging, beras, sayur dan kebutuhan lainnya masih dari negara lain. Inilah yang harus kita cermati bersama, " tandas Hilman. Selain memaparkan potensi ekonomi dibalik penyelenggaraan haji dan umrah, Hilman juga mengatakan saat ini penyelenggaraan haji didasarkan pada prinsip-prinsip lingkungan hidup dengan mengurangi risiko lingkungan, menghindari kelangkaan ekologis, ke arah pembangunan berkelanjutan dan berorientasi kesejahteraan. Penulis : Benny A | Editor : Tree Agung Nugroho
22 Mei 2024
Berapa Kali Jemaah Dapat Makan di Tanah Suci? Ini Penjelasan Kemenag
Jakarta (PHU) --- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa selama di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia mendapat layanan katering yang diberikan setiap hari. Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan, selama di Tanah Suci, jemaah mendapat makan sebanyak tiga kali sehari, yaitu makan pagi, makan siang dan makan malam. “Secara keseluruhan, selama di Madinah jemaah mendapat makan 27 kali maksimal dan di Makkah sebanyak 84 kali,” kata Widi saat menyampaikan keterangan resmi Kemenag, di Jakarta, Rabu (22/05/2024). “Dan selama berada di Armuzna, jemaah mendapatkan 15 kali makan ditambah satu snack berat untuk di Mudzalifah. Ada 57 dapur di Makkah dan 21 dapur di Madinah yang menyediakan katering bagi jemaah haji Indonesia,” sambung dia. Untuk menghadirkan cita rasa Nusantara, terang Widi, bumbu yang digunakan berasal dari produk bumbu Indonesia. Tahun ini sudah lebih 70 ton bumbu yang didatangkan dari Indonesia, total kebutuhan lebih dari 200 ton. “Untuk pemenuhan kebutuhan bumbu tersebut, pemerintah melibatkan UMKM,” terangnya. Ia menjelaskan, setidaknya ada delapan jenis bumbu yang didatangkan dari indonesia, yaitu rendang, gulai, nasi kuning, nasi uduk, semur, sambel goreng, bumbu merah, dan bumbu dasar kuning. “Selain itu, juru masaknya juga berasal dari Indonesia,” katanya. Menurutnya, menu makanan yang diberikan kepada jemaah bervariasi setiap harinya dengan menu cita rasa nusantara. PPIH Arab Saudi memastikan bahwa menu untuk jemaah haji telah mempertimbangkan aspek kecukupan nutrisi seperti karbohidrat, protein, beragam vitamin, dan lainnya yang dibutuhkan jemaah haji di Tanah Suci. “Untuk menjaga kehangatan masakan hingga sampai ke jemaah, makanan tersebut dimasukkan ke food warmer, lalu didistribusikan ke hotel-hotel jemaah menginap sebelum waktu makan tiba,” ucapnya. Kepada jemaah, kata Widi, PPIH terus mengimbau agar segera mengkonsumsi makanan yang telah dibagikan sebelum batas waktu yang tertera dalam box makanan. Jangan mengkonsumsi makanan melewati batas waktu sebagaimana yang tertera dalam box makanan. “Perhatikan keterangan batas layak mengkonsumsi, untuk makan pagi pukul 09.00 pagi, makan siang pukul 16.00, dan makan malam pukul 21.00 was yang tertera di kemasan makanan,” tandasnya. 72ribu Jemaah Telah Tiba di Madinah Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Selasa, 20 Mei 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Rabu, 21 Mei 2024 pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), jemaah haji yang sudah tiba melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah berjumlah 72.481 orang yang terbagi dalam 184 kelompok terbang. “Jumlah jemaah haji yang wafat di Madinah secara keseluruhan hingga hari ini sebanyak 8 orang,” kata Widi.
22 Mei 2024
72ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Madinah
Jakarta (PHU)--Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Selasa, 20 Mei 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Rabu, 21 Mei 2024 pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan jemaah haji yang sudah tiba melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah berjumlah 72.481 orang yang terbagi dalam 184 kelompok terbang. “Jumlah jemaah haji yang wafat di Madinah secara keseluruhan hingga hari ini sebanyak 8 orang,” kata Widi saat menyampaikan keterangan resmi Kemenag, di Jakarta, Rabu (22/05/2024). Hari ini, Rabu, 22 mei 2024 terdapat 19 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji 7.473 orang, yang akan diterbangkan ke Madinah, dengan rincian sebagai berikut: 1. Embarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jemaah/1 kloter 2. Embarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.440 jemaah/4 kloter 3. Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.113 jemaah/3 kloter 4. Embarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jemaah/1 kloter 5. Embarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/ 1 kloter 6. Embarkasi Batam (BTH) sebanyak 350 jemaah/ 1 kloter 7. Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 1.320 jemaah/3 kloter 8. Embarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 440 jemaah/ 1 kloter 9. Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 440 jemaah/ 1 kloter 10. Embarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah / 1 kloter 11. Embarkasi Lombok (LOP) sebanyak 393 jemaah / 1 kloter; dan 12. Embarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah / 1 kloter Hari ini, jemaah haji yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan umrah wajib sebanyak 7.795 orang. Mereka tergabung dalam 20 kelompok terbang. “Sebelumnya, mereka akan mengambil miqat makani (tempat) untuk berihram di masjid Dzulhulaifah atau biasa disebut Bir Ali,” pungkasnya.