14 Jun 2024
Sebulan Operasional Haji, 11,8 Juta Boks Katering Dinikmati Jemaah Indonesia
Makkah (PHU) --- Operasional penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi sudah berlangsung satu bulan lebih. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat lebih 11 juta boks katering telah dinikmati jemaah haji reguler asal Indonesia. Jemaah haji reguler asal Indonesia kali pertama mendarat di Madinah pada 12 Mei 2024. Sementara kelompok terbang (kloter) terakhir tiba di Makkah pada 11 Juni 2024. Siskohat mencatat ada 213.275 jemaah yang tiba di Arab Saudi. "Alhamdulillah, sejak 12 Mei hingga hari ini, layanan katering jemaah haji reguler berjalan lancar. Total ada 11,8 juta boks yang sudah dinikmati jemaah haji," terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, Jumat (14/6/2024). Dijelaskan Subhan, sebanyak 2,2 juta boks katering telah dibagikan ke jemaah di Madinah. Sementata 9,6 juta boks telah dibagikan kepada jemaah di Makkah hingga sebelum.puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). "Jadi total sudah 11,8 juta boks makanan dengan menu khas nusantara yang telah dinikmati jemaah haji Indonesia di Madinah dan Makkah," sebut Subhan. Hari ini, lanjut Subhan, jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah dari hotel di Makkah. Prosesi puncak haji, wukuf di Arafah, akan berlangsung pada 15 Juni 2024. Selanjutnya jemaah akan bergerak ke Muzdalifah dan Mina. "Selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, seluruh jemaah haji Indonesia akan mendapat paket 15 kali makan dan satu kali snack berat. Snack berat itu akan dibagikan di Arafah untuk dikonsumsi di Muzdalifah," tandas Subhan. "Semoga proses puncak haji berjalan lancar. Jemaah sehat dan bisa beribadah dengan baik," harapnya. Humas
14 Jun 2024
Pulang Perdana Usai Puncak Haji, Koper Enam Kloter Jemaah mulai Ditimbang
Makkah (PHU)--Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai menimbang koper bawaan jemaah haji Indonesia yang akan pulang perdana ke Tanah Air selepas puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Makkah Yusuf Prasetyo mengungkapkan, ada enam kelompok terbang (kloter) jemaah yang didahulukan proses penimbangan kopernya. Enam kloter tersebut adalah SOC 01, SOC 02, SOC 03, BDJ 01, UPG 01, dan SOC 05. "Enam kloter ini yang akan diberangkatkan ke tanah air paling awal setelah selesai puncak haji. Agar tidak terburu-buru, maka penimbangan kita laksanakan lebih awal," ungkap Yusuf Prasetyo, Kamis (13/6/2024). Salah satu kloter yang mulai ditimbang adalah SOC 01 asal embarkasi Solo. Kloter ini diketahui sudah sejak tanggal 12 Mei 2024 lalu berada di Tanah Suci. Mereka direncanakan akan pulang ke Tanah Air pada tanggal 22 Juni mendatang usai wukuf di Arafah. Ketua Kloter SOC 01, Munsiri mengatakan bahwa pihaknya terus memberikan sosialisasi agar koper yang dibawa jemaah tidak melebihi batas maksimal. "Batas maksimalnya 32 kilogram. Insya Allah sudah aman semua, tidak ada yang lebih," kata Munsiri. Selain jangan sampai kelebihan muatan, Munsiri juga mengimbau agar para jemaah tidak membawa air Zamzam ke dalam tas. Menurut dia, tindakan ini bisa berbuah denda. Rencananya, lanjut Munsiri, Kloter SOC 01 yang kebanyakan merupakan warga Temanggung ini akan pulang ke Tanah Air pada tanggal Sabtu (22/6/2024) mendatang dari Bandara Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Rombongan yang berjumlah 360 orang ini dijadwalkan tiba di Solo pada Minggu (23/6/2024) dini hari. "Sebelumnya kami besok ke Arafah dulu. Terus Sabtunya wukuf. Selanjutnya ke Muzdalifah dan Mina," ujarnya. Ditemui di tempat yang sama, seorang jemaah, Sumiarsih (62) mengaku harus memutar otak agar baju dan buah tangan yang ia bawa tak lebih dari 32 kilogram. Meski sejak berangkat sudah mengurangi barang bawaan, ia terpaksa harus membongkar koper saat penimbangan. Satu bungkus pakaian ia harus keluarkan karena timbangan kopernya lebih dari 32 kilogram. Dengan bangga, Sumiarsih pun merinci apa saja oleh-oleh yang ia bawa. "Ada cokelat 6 kilogram, ada kurma 2 kilogram. Baju muslim 5 beli di Madinah. Ada 6 beli di Kakiyah sini. Sajadah satu kodi, minyaknya 2 dus," kata dia. Cokelat yang ia bawa rencananya akan diberikan pada sang cucu yang berada di pesantren. Sementara baju dan sajadah adalah jatah para tetangga dan sanak saudara. "Saya berikan pada semua yang mendoakan saya," kata dia. Humas
13 Jun 2024
Jelang Puncak Haji, 300 Jemaah Lansia dan Disabilitas Non Mandiri Tempati Hotel Transit
Makkah (PHU)--Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun ini akan kembali menggelar safari wukuf bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) non mandiri. Sebanyak 300 jemaah haji lansia dan disabilitas non mandiri secara bertahap dipindahkan dari pemondokan di sektor menuju hotel transit di wilayah Aziziyah. Safari Wukuf Jemaah Lansia dan Disablitas Non Mandiri tahun ini merupakan kali kedua. Pada 2023, ada 129 jemaah lansia dan disabilitas non mandiri yang mengikuti safari wukuf. Saat itu, ada lebih dari 9.000 yang didaftarkan, namun kuota yang tersedia hanya 129 orang. Tahun ini, kuota ditambah hingga 300 jemaah. Proses pelayanan safari wukuf lansia dan disabilitas non mandiri berlangsung dari 12 – 19 Juni 2024. “Sebagai persiapan, kami secara bertahap memindahkan jemaah haji lansia dan disabilitas non mandiri yang akan mengikuti safari wukuf ke hotel transit. Hotel dipilih berlokasi di wilayah Aziziyah, agar dekat dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah,” sebut Kepala Bidang Layanan Jemaah Lansia dan Disabilitas Slamet Sodali di Makkah, Kamis (13/6/2024). “Kami sudah melakukan pendataan, ada 300 jemaah lansia dari 11 sektor pemondokan yang akan dipindahkan ke hotel transit untuk persiapan mengikuti safari wukuf,” sambungnya. Menurut Slamet, 300 jemaah lansia dan disabilitas diikutkan dalam safari wukuf setelah proses seleksi berdasarkan kriteria yang telah dirumuskan. Ada lima kriteria jemaah haji lansia dan disabilitas yang bisa mengikuti safari wukuf lansia non-mandiri, yaitu: a. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makan, minum, mandi dan mobilisasi. b. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang tidak bisa berjalan atau menggunakan kursi roda karena sakit dan memerlukan perawatan lebih lanjut. c. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang memiliki komorbid penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, stroke (sedang-berat). d. Jemaah haji lansia dan disabilitas yang pulang setelah mendapat perawatan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan masih dalam kondisi lemah. e. Jemaah haji lansia dan disabilitas sesuai dengan kriteria risiko tinggi yang ditentukan petugas kloter. “Proses pemindahan jemaah haji lansia dan disabilitas non mandiri ke hotel transit berlangsung dua hari, 12 sampai 13 Juni 2024,” sebut Slamet. “Pemindahan ke hotel transit sengaja dilakukan lebih awal agar tidak terburu-buru dan jemaah lebih nyaman. Fasilitas hotel juga kita buat senyaman mungkin seperti di rumah, konsepnya mirip apartemen," lanjut Slamet. Ditambahkan Slamet, pihaknya telah menyiapkan sejumlah petugas untuk mendampingi jemaah selama di hotel transit. Mereka terdiri atas unsur PKP3JH (Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji), Pembimbing Ibadah (Bimbad), dan tusi layanan Lansia dan Disabilitas. “Kita siapkan juga obat-obatan yang diperlukan, termasuk masker dan popok dewasa bagi lansia. Disiapkan juga kain ihram dan mukena untuk diberikan kepada jemaah yang membutuhkan,” papar Slamet. Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah bertepatan dengan 7 Juni 2024. Karenanya, Wukuf di Arafah bertepatan dengan 15 Juni 2024. Jemaah akan diberangkatkan dari hotel transit menuju Arafah dengan bus yang disiapkan secara khusus pada sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi. “Kami rencananya akan menyiapkan sekitar 10 bus. Di setiap bus, kita akan siapkan enam petugas untuk mendampingi para jemaah lansia dan disabilitas non mandiri menjalani safari wukuf,” kata Slamet. “Proses safari wukuf dilakukan setelah masuk waktu Zuhur, diawali dengan khutbah, dilanjutkan salat jamak takdim Zuhur dan Asar yang tetap dilakukan di atas kendaraan. Setelah itu, jemaah diberi kesempatan untuk berzikir sebelum kembali di antar ke hotel transit,” sambungnya. Selesai wukuf, lanjut Slamet, jemaah akan kembali dan tinggal di hotel transit hingga selesai prosesi Mabit di Mina. Beragam kegiatan telah disiapkan untuk mengisi hari-hari jemaah lansia dan disabilitas selama di hotel transit, mulai dari senam lansia hingga pemeriksaan kesehatan berkala. Untuk pelaksanaan ibadah lainnya, baik lontar jumrah maupun tawaf Ifadlah, akan dibadalhajikan oleh para petugas. “Jemaah lansia dan disabilitas ini akan kami kembalikan ke pemondokan masing-masing pada 19 Juni 2024, saat para jemaah lainnya yang dalam satu kloter sudah kembali ke hotel masing-masing,” tandasnya. Kontributor: Mustarini Bella Vitiara
13 Jun 2024
Jemaah Bersiap ke Arafah, Petugas Lakukan Pemindaian Smart Card Sebelum Naik Bus
Jakarta (PHU) - Seluruh jemaah dari berbagai negara termasuk jemaah haji Indonesia saat ini bersiap menuju Arafah dan menjalani rangkaian puncak haji. Mulai tanggal 8 Zulhijah 1445 H atau Jumat 14 Juni 2024 M, secara bergelombang jemaah akan dimobilisasi ke Arafah dari hotel tempat mereka menginap dengan bus-bus yang telah disiapkan. “Bagi jemaah lansia non mandiri dan disabilitas yang akan disafariwukufkan, sehari sebelum pendorongan ke Arafah telah ditempatkan di hotel transit,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Sebelumnya, petugas akan melakukan pemindaian kartu pintar (smart card) sebelum jemaah naik bus. Smart Card yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi menjadi tiket masuk kawasan Armuzna. “Kartu tersebut akan dipindai (scan) petugas sebelum naik bus. Karenanya, pastikan Smart Card dan identitas pribadi lainnya tersimpan dengan aman di tas khusus dan mudah diambil saat akan dilakukan pemindaian,” kata Widi, Kamis (13/06/2024). Widi berpesan, sebelum keberangkatan, jemaaah sudah harus menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa dan dibutuhkan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Menurutnya, jemaah tidak perlu membawa koper besar atau tas kabin karena berpotensi menyulitkan pergerakan jemaah di Armuzna. “Jemaah cukup membawa tas berisi pakaian ganti untuk 3 hari, kain ihram cadangan bagi laki-laki, handuk, peralatan mandi, dan perlengkapan pribadi lainnya,” pesannya. Berita terkait : Fase Keberangkatan Berakhir, PPIH Fokus Persiapan Armuzna Jelang Puncak Haji, 300 Jemaah Lansia dan Disabilitas Non Mandiri Tempati Hotel Transit “Pastikan membawa obat, vitamin yang dibutuhkan, alat pelindung diri berupa payung, masker, alat semprot air. Jangan membawa bantal atau selimut, kecuali bantal leher,” sambung dia. Di Arafah, kata dia, jemaah haji Indonesia ditempatkan di 1.169 tenda yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz. Setiap tenda telah dilabeli stiker asal jemaah dengan warna-warna dan identitas yang mudah dikenali dan dihapal jemaah. “Tenda-tenda tersebut telah dilengkapi sejumlah fasilitas yaitu ac, kasur, dan selimut,” katanya. Ia menyampaikan, hasil tinjauan Menteri Agama ke Arafah, terdapat tenda-tenda baru dengan bentuk dan bahan baru. Pihak Masyariq menyiapkan tenda model baru ini dengan kapasitas maksimal 30.000 jemaah. Atap tendanya lebih menyerap panas, juga dinding hard PVC yang menyerap panas lebih baik, tenda juga dilengkapi magnetic charger (pengisi daya ponsel magnet). “Adanya penambahan fasilitas tenda ini merupakan ikhtiar agar jemaah dapat menjalani prosesi wukuf dengan nyaman dan khusyuk,” tuturnya. Menteri Agama, lanjut Widi, telah mengecek fasilitas akomodasi di Muzdalifah dan Mina. Tahun ini, pihak Masyariq membangun sejumlah toilet baru di Armuzna, khusus di Muzdalifah jumlah toilet baru cukup banyak. Ia menambahkan, seluruh tenda di Mina juga telah dilengkapi fasilitas ac, kasur, selimut, dan sarana pendukung lainnya seperti tenda kesehatan haji dan dapur. “Kesiapan fasilitas tersebut sangat penting untuk mendukung kenyamanan jemaah,” ucapnya. Disampaikan Widi, tahun ini, Mina berpotensi akan semakin padat, kepadatan jamaah haji di Mina bukan hanya karena tambahan kuota yang diberikan, tetapi juga kelanjutan dari kebijakan Arab Saudi yang tidak menggunakan lagi maktab 1-9 di Mina Jadid. “Untuk mengurangi kepadatan tenda Mina dan mempertimbangkan kesehatan serta keselamatan jemaah, sebagian dari jemaah terutama yang tinggal dekat Mina, yaitu mereka yang menginap di kawasan Syisyah dan Raudhah ditanazulkan ke hotel, dan tidak bermalam di tenda Mina,” ujarnya. “PPIH telah berkoordinasi dan meminta pengelola hotel untuk membuka hotelnya pada 10-12 Zulhijah,” lanjutnya. Ia kembali berpesan, jemaah agar fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin, selain persiapan fisik dan menjaga kebugaran tubuh, maksimalkan waktu menghadapi puncak haji dengan memperbanyak amalan ibadah, berzikir, berpasrah diri mohon kepada Allah SWT agar dilancarkan dan dimudahkan seluruh prosesi puncak haji nanti. “Hubungi dan mintakan doa kepada keluarga di Tanah Air, agar prosesi hajinya dimudahkan dan dilancarkan Allah Swt,” tutupnya. Tercatat jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 107 orang dengan rincian, wafat di Embarkasi 9 orang, di Madinah 18 orang, di Makkah 77 orang dan di Bandara 3 orang.
13 Jun 2024
Janji Gus Men kepada Surini dan Seluruh Jemaah Haji: Sekuat Tenaga Beri Pelayanan
Makkah (PHU)--Senyum Surini tak berhenti mengembang dari bibirnya. Pasalnya, di hari ulang tahunnya, ia tengah berada di tanah suci Makkah mengikuti rangkaian ibadah hajinya. Lebih bahagia, karena di hari jadinya tersebut, ia juga bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Saat bertemu Gus Men, Surini minta agar anak-anaknya didoakan bisa berangkat haji. ”Alhamdulillah, nggeh, Gus, panjenengan dongake, mugi anak kulo dugi ngriki sedoyo (Alhamdulillah, ya, Gus, mohon doakan anak-anak saya bisa ke sini semua),” pinta Surini pada Gus Men, di Makkah, Selasa (11/6/2024). ”Amin, amin, insya Allah tekan kene kabeh (Amin, amin insyaAllah bisa ke sini semua),” balas Gus Men. Di akun media sosial pribadinya, Gus Men juga mengunggah pertemuannya dengan Surini. ”Ibu Surini. Berjualan sayur dan menyisihkan keuntungannya sejak tahun 1975 hingga bisa berangkat haji tahun ini di usia 68 tahun,” tulis Gus Men pada unggahan Facebooknya. Surini adalah jemaah haji kloter SOC 82, asal embarkasi Solo. Ia naik haji dari hasil berjualan sayur. Keuntungan penjualan sayur tersebut ia sisihkan dan ditabung untuk berangkat ke tanah suci. Ia menabung sejak 49 tahun yang lalu. Gus Men juga menulis bahwa pertemuannya dengan Surini dalam rangka memberi ucapan ulang tahun sekaligus ingin merasakan kebahagiaan Surini yang berlipat-lipat. ”Hari ini Bu Surini ulang tahun. Saya berkesempatan menemuinya dan merasakan kebahagiaan dan syukur yang dia rasakan berlipat-lipat,” tambah Gus Men. Ia juga berjanji kepada Surini dan para jemaah haji Indonesia yang lain untuk berusaha sekuat tenaga memberikan layanan terbaik. “Kepada Ibu Surini Ibu Surini yang lain, juga jamaah haji seluruhnya, pemerintah sekuat tenaga memberikan layanan terbaik. Bismillahi tawakkaltu ‘alallah,” pungkasnya. Berdasarkan penuturan Staff Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo, pertemuan Surini dengan Menag tersebut bertempat di Kantor Petugas Haji Daerah Kerja (Daker) Mekkah. ”Siang tadi bertemu di daker Makkah,” terang Gus Bowo, panggilan akrabnya. Wibowo juga menyebut bahwa Surini menangis bahagia karena bisa bertemu Gus Men dan mendapatkan ucapan selamat dari Menteri Agama itu, apalagi pertemuan itu terjadi di tanah suci. ”Bu surini senang banget bisa ketemu Gus Men. Nangis karena bahagia bisa bertemu gus men dan mengungkapkan rasa syukur bisa berangkat haji setelah menabung bertahun-tahun, menyisihkan uang dari jualan sayur,” ungkap Wibowo. Humas
13 Jun 2024
Cek Kesiapan Armuzna, Menag: Banyak Perubahan, Semoga Bantu Kekhusyukan Jemaah Beribadah
Makkah (PHU)--Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengecek persiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pengecekan dilakukan tiga hari sebelum kedatangan jemaah di Arafah, untuk memastikan layanan yang disiapkan sudah sesuai dengan kontrak antara pemerintah dengan Masyariq sebagai penyedia. Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah 1445 H bertepatan dengan 7 Juni 2024. Karenanya, Wukuf di Arafah akan berlangsung pada 15 Juni 2024. Jemaah haji Indonesia secara bertahap akan diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah pada 14 Juni 2024. “Saya sudah melakukan pengecekan. Banyak perubahan yang sudah dilakukan oleh pihak Masyariq. Kini kita tinggal tawakal, menyerahkan pada kebesaran Allah, semoga layanan di Armuzna berjalan dengan baik dan lancar,” harap Gus Men, panggilan akrabnya, di Arafah, Selasa (11/6/2024). Ikut mendampingi, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal A Hasyim, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, para Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama, Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. Hadir juga, unsur pimpinan Masyariq M Amin Indragiri dan jajarannya. Hampir dua jam di Arafah, Menag Yaqut melakukan pengecekan secara mendetail beragam fasilitas yang ada. Pengecekan antara lain dilakukan untuk memastikan toilet berfungsi dengan baik, termasuk airnya, pendingin udara berjalan normal, dapur berikut ketersediaan kayu bakarnya, storage dan bahan baku makanannya, serta tenda dengan conblock beserta karpet dan kasurnya. “Semua kita cek. Ada tambahan MCK yang diberikan masyarik sesuai pemintaan kita. Toile-toilet baru dibangun. Insya Allah lebih bagus dari sebelumnya, lebih luas, space lebih besar,” sebut Gus Men. “Ini bagian dari ikhtiar kita semua memberikan kepuasan kepada jemaah dan membantu kekhusyukan jemaah dalam beribadah haji,” sambungnya. Menag menilai, layanan yang disiapkan Masyariq sudah sesuai kontrak. Tenda di Arafah juga relatif lebih bagus. Bahkan, ada sejumlah tenda baru dengan bentuk dan bahan baru, meski belum untuk semua jemaah. Masyariq menyiapkan tenda model baru ini dengan kapasitas maksimal 30.000 jemaah. “Tenda lebih bagus, atap lebih menyerap panas, dan dinding sudah pakai hard PVC yang lebih menyerap panas. Semua tenda juga sudah dilengkapi charger magnetic, tinggal ditempel dan bisa charge. Saya kira ada perubahan signifikan,” tegasnya. **Cek Muzdalifah dan Mina** Dari Arafah, Menag bertolak ke Muzdalifah untuk melihat langsung jalur taraddudi dan murur yang akan dilalui jemaah, serta banyaknya gedung toilet baru yang telah dibangun. Tahun ini, pergerakan jemaah dari Arafah akan dibagi dalam dua skema, reguler dan murur. Pergerakan reguler, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah secara taraddudi (shuttle) dan turun di Muzdalifah. Sementara untuk skema murur, jemaah akan diberangkatkan dari Arafah setelah Maghrib, melewati Muzdalifah, lalu langsung menuju Mina. Skema murur diperuntukkan bagi jemaah risiko tinggi, lanjut usia, disabilitas, penguna kursi roda, dan para pendampingnya. Skema murur diterapkan karena alasan masyaqqah dan menjaga keselamatan jemaah seiring keterbatasan areal Muzdalifah karena Mina Jadid sudah tidak digunakan dan ada pembangunan toilet dalam jumlah yang cukup banyak. Area Muzdalifah yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia seluas 82.350m2. Pada 2023, area ini ditempati sekitar 183.000 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara ada sekitar 27.000 jemaah haji Indonesia (9 maktab) yang menempati area Mina Jadid. Sehingga, setiap jemaah saat itu hanya mendapatkan ruang atau tempat (space) sekitar 0,45m2 di Muzdalifah. Tahun ini, Mina Jadid tidak lagi ditempati jemaah haji Indonesia. Sehingga, 213.320 jemaah dan 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah. Padahal, tahun ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil tempat (space) di Muzdalifah seluas 20.000 m2. Sehingga, ruang yang tersedia untuk setiap jemaah jika semuanya ditempatkan di Muzdalifah, hanya 0,29m2 per orang. “Kita melihat situasi di Muzdalifah on the spot. Ada banyak toilet baru, ada 26 dan itu memakan space (area) kurang lebih 2 hektar. Ini tentu di saat yang sama akan mengurangi space jemaah. Kalau di rata-rata, kalau jemaah semua masuk ke sini, satu jemaah hanya mendapat space 0,29 m atau 29 cm. Tentu ini sebuah space yang tidak memungkin untuk jemaah bisa nyaman berada di sini,” sebut Menag. “Maka pilihan yang pemerintah ambil, untuk mencegah hal ini adalah dengan mempersiapkan konsep Murur. Secara kaidah fikih kita sudah konsultasikan dengan banyak ulama dan ormas Islam yang sepenuhnya memberikan dukungan atas pilihan murur ini demi keselamaan dan kenyamanan jemaah. Mudah-mudahan apa yang sudah pemerintah rencanakan dan persiapakn sebaik-baiknya untuk kepuasan dan kenyamanan jemaah haji dalam beribadah, mudahan sesuai dengan apa yang akan kita laksanakan,” harapnya. Dari Muzdalifah, Menag bertolak ke Mina untuk mengecek kesiapan tenda dan layanannya. Jemaah haji akan berada di Mina dalam durasi cukup lama, dari 10 – 12 Zulhijjah untuk Nafar Awal, atau sampai 13 Zulhijjah bagi yang Nafar Tsani. Karenanya, kesiapan fasilitas sangat penting untuk kenyamanan jemaah. Sebagaimana di Arafah, Gus Men mengecek kesiapan sejumlah fasilitas untuk layanan jemaah, mulai dari tenda dengan kasur dan pendingin udaranya, serta toilet dan dapur. **Pesan untuk Jemaah** Penyelenggaran ibadah haji 1445 H berlangsung saat musim panas. Suhu pada siang hari diperkirakan rata-rata pada kisaran 46 hingga 48 derajat celcius. Kepada jemaah, Menag berpesan untuk memanfaatkan masa tiga hari jelang wukuf untuk beristirahat dan menjaga kesehatan. “Jaga kesehatan dan stamina, hemat energi. Masa dua tiga hari ke depan gunakan untuk perkuat stamina, banyak istirahat. Energi di sini (Armuzna) akan terserap lebih banyak,” pesan Gus Men. Menag juga meminta jemaah menggunakan masker. Selain panas, udara di Armuzna juga cukup berdebu. Jemaah juga diimbau membawa semprotan air untuk menjaga tubuh dari cuaca yang panas terik. “Bawa semprotan air untuk menghindarkan diri dari heatstroke,” pesannya. Humas
12 Jun 2024
Buya Anwar Abbas: Untuk Keselamatan, Jemaah Lebih Baik Ikut Skema Murur
Makkah (PHU) --- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas menilai, untuk keselamatan jemaah lansia dan risti, maka perjalanan hajinya lebih baik dari Arafah langsung lanjut ke Mina, dan mabit di Muzdalifah mengikuti skema murur. Hal ini disampaikan KH Anwar Abbas, usai meninjau kesiapan sarana pra sarana yang ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan para Amirul Hajj. Buya Anwar Abbas yang juga Naib Amirul Hajj 1445 H/2024 M ini menilai pilihan tersebut amat tepat untuk diambil demi memberikan keselamatan bagi jemaah. “Saya tahun 2008 haji, tahun 2019 haji, tempat di sini (Muzdalifah, red) masih luas, sehingga kalau mobil (bus) parkir di sini meskipun sempit-sempit tapi mampulah menampung. Tapi sekarang banyak bangunan, di sini ada dibangun toilet,” ungkap Anwar Abbas, Selasa (11/6/2024). “Kesimpulan saya, impossible mobil yang datang dari Arafah berhenti di sini semua, tidak akan tertampung. Sehingga diperlukan ijtihad ulama, dan Majelis Ulama Indonesia sudah membuat fatwa. Artinya, jemaah tertentu yang sakit dan berisiko tinggi, untuk keselamatan mereka, lebih baik lanjut ke Mina, dan berangkat jam 19.00 malam,” sambung pria yang juga akrab dipanggil Buya Anwar ini. Menurutnya, pilihan mabit di Muzdalifah dengan skema murur patut menjadi pilihan karena bertujuan menjaga keselamatan diri. “Itu ada alasannya, masyaqqah, kesulitan. Dalam maqashid syariah kan, ada hifdzunnafs ya, ada pertimbangan keselamatan jemaah,” tutur Buya Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah. Buya Anwar juga sepakat dengan program murur yang disiapkan pemerintah di mana para jemaah lansia, jemaah dengan risiko tinggi serta pendampingnya akan mulai diberangkatkan dari Arafah langsung menuju Mina dimulai sejak pukul 19.00 malam. “Itu, kan, artinya sudah melewati malam, ya. Saya kira sah. Malam kan dimulai dari terbenamnya matahari. Memang ada ulama menyatakan lewat jam 12 malam, tapi situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. Melihat space (luasan) sekarang ini, saya punya kesimpulan memang tidak mungkin,” ungkap Buya Anwar. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menggulirkan rencana pola mabit di Muzdalifah dengan skema murur. Hal ini menjadi bagian dari mitigasi makin sempitnya kawasan Muzdalifah, khususnya setelah terbangunnya toilet yang memakan lahan seluas dua hektar. Berdasarkan catatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), area Muzdalifah yang diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia seluas 82.350m2. Pada 2023, area ini ditempati sekitar 183.000 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 61 maktab. Sementara ada sekitar 27.000 jemaah haji Indonesia (9 maktab) yang menempati area Mina Jadid. Sehingga, setiap jemaah saat itu hanya mendapatkan ruang atau tempat sekitar 0,45m2 di Muzdalifah. Tahun 2024, Mina Jadid tidak lagi ditempati jemaah haji Indonesia. Sehingga, 213.320 jemaah dan 2.747 petugas haji akan menempati seluruh area Muzdalifah. Padahal, tahun ini juga ada pembangunan toilet yang mengambil tempat (space) di Muzdalifah seluas 20.000 m2. Sehingga, ruang yang tersedia untuk setiap jemaah jika semuanya ditempatkan di Muzdalifah, 82.350 m2 - 20.000 m2 = 62.350 m2/213.320 = 0,29m2. Karenanya, mabit Muzdalifah dengan skema murur menjadi ikhtiar pemerintah untuk dapat mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Pemerintah menargetkan 55 ribu jemaah haji Indonesia akan melakukan skema murur. Mabit di Muzdalifah dengan cara murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.
12 Jun 2024
Jelang Armuzna, Satgas Arafah Matangkan Skema Petugas Maktab dan Sektor Ad Hoc
Makkah (PHU)--Jelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah menggelar rapat koordinasi antara Sektor Adhoc, Koordinator Maktab (Kortab), serta para penghubung Maktab Sektor Ad-Hoc. Rapat digelar untuk mematangkan kembali skema penugasan saat puncak haji di Arafah. “Hari ini, PPIH Arab Saudi Daker Madinah sebagai Satgas Arafah mengumpulkan seluruh koordinator maktab dari maktab 10 sampai 100, untuk membahas rencana penempatan sektor-sektor Ad-Hoc di Arafah. Tahun ini, akan ada 11 sektor Ad-Hoc,” ujar Kepala Daker Madinah sekaligus Ketua Satgas Arafah, Ali Machzumi saat ditemui oleh tim Media Center Haji di Hotel Naif Al Qanawi Makkah, Selasa (11/6/2024). Satgas Arafah akan bergerak ke Arafah pada Kamis sore, 7 Zulhijah 1445 H atau 13 Juni 2024. Jadwal tersebut lebih awal satu hari sebelum pendorongan jemaah ke Arafah pada 8 Zulhijjah 1445 H. Tugas utama Satgas Arafah, termasuk petugas Kortab dan Sektor Ad-Hoc, adalah melakukan pengawasan terhadap pelayanan maktab yang diberikan oleh Masyarik kepada jemaah haji saat di Armuzna. “Kita memantapkan kembali tugas dan fungsi itu, termasuk mengecek tenda-tenda akomodasinya, mengecek air MCK, mengecek layanan bed atau kasur yang nanti ada di Arafah,” tutur Ali. Pengecekan ini, kata Ali, juga mencakup pada layanan konsumsi yang akan diberikan pada jemaah haji. “Kita akan pastikan layanan konsumsi kepada jemaah di Arafah datang tepat waktu, tepat jumlah dan seluruh jamaah mendapatkan konsumsinya,” ujarnya. Saat berada di Arafah, jemaah haji Indonesia akan menempati tenda-tenda dan tergabung dalam maktab-maktab yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Selanjutnya ketika jemaah berada di Mina, jemaah akan menempati tenda-tenda yang telah disiapkan oleh pihak Masyarik. “Setelah melakukan lempar jumrah (aqabah), bagi jemaah haji yang lokasi hotel atau pemondokannya berada dekat dengan jamarat dipersilakan untuk kembali ke hotelnya,” tutur Ali. Terkait prosesi lempar jumrah ini, Ali mengimbau kepada jemaah untuk selalu menjaga kesehatannya mengingat lokasi dari tenda-tenda di Mina ke jamarat berjarak 3-5 km. “Untuk jemaah haji yang kondisi kesehatannya kurang baik maka nanti prosesi untuk lempar jumrahnya bisa dibadalkan jemaah lain atau petugas haji yang bertugas pada saat di Mina,” terang Ali. Jemaah haji Indonesia juga diimbau untuk melakukan lempar jumrah pada waktu-waktu yang telah ditentukan. “Ikuti jadwal lempar jumrah untuk negara Indonesia yang telah ditetapkan oleh pihak Mashariq, sehingga jadwalnya tidak bersamaan dengan negara-negara lain,” tambah Ali. Selama di Armuzna, khususnya di Arafah dan Mina, seluruh jemaah haji akan mendapatkan konsumsi, baik sarapan pagi, makan siang, maupun makan malam. “Maka untuk jemaah haji mohon tidak perlu membawa alat-alat masak yang justru akan membebani dan merepotkan jemaah saat prosesi Arafah nanti,” tutup Ali. Kontributor: Mustarini Bella Vitiara
11 Jun 2024
Pahami Manasik, Haji Tidak Sah Bila Jemaah Tinggalkan Salah Satu Rukun Haji
Jakarta (PHU --- Rukun haji adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan amalan lain, walaupun dengan dam. Jika rukun ini ditinggalkan, ibadah haji seseorang tidak sah. Rukun haji tersebut adalah, Ihram (niat), wukuf di Arafah, tawaf Ifadah, Sa’i, Cukur (Tahallul) dan Tertib. Mengutip dari buku Manasik Haji yang diterbitkan Kementerian Agama, anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda mengatakan, diperlukan syarat, rukun, dan wajib haji bagi seorang muslim yang akan menjalankan ibadah haji. “Jemaah perlu memiliki pemahaman yang baik tentang syarat, rukun, dan wajib haji, agar ibadah haji yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat,” kata Widi dalam keterangan resmi Kemenag di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (11/06/2024). “Seseorang yang akan menunaikan ibadah haji harus memenuhi syarat yaitu Islam, telah Baligh (dewasa), Aqil (berakal sehat), Merdeka (bukan hamba sahaya), dan Istita’ah (mampu),” sambung Widi.
11 Jun 2024
Haji 2024, Kloter 100 Tutup Operasional Pemberangkatan Jemaah Haji Embarkasi Solo
Boyolali (PHU) - Kelompok Terbang (Kloter) 100 SOC  menutup seluruh rangkaian prosesi pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Solo menuju ke Tanah Suci. Kloter 100 berjumlah 354 jemaah yang berasal dari 17 kabupaten/kota se Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan jumlah jemaah terbanyak berasal dari Kabupaten Wonogiri yakni 260 jemaah. Mereka mulai bertolak dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada Senin (10/6/2024) dini hari sekitar pukul 00.35 WIB. Prosesi pelepasan dini hari itu berlangsung di Gedung Muzdalifah diawali dengan doa bersama dan lantunan Talbiyah. Rasa haru dan bahagia tampak di wajah para jemaah kala keluar dari Gedung Muzdalifah menuju bus yang akan membawa mereka ke Bandara Adi Soemarmo Solo. Sebelum naik ke bus, para petugas tampak silih berganti memastikan kelengkapan identitas jemaah seperti gelang dan paspor. Begitu juga jemaah lansia dan risti yang duduk di kursi roda mendapat prioritas layanan dari para petugas yang melayani dengan ramah dan sepenuh hati. Setelah melewati Makkah Route, sekitar pukul 02.50 WIB para jemaah diterbangkan ke tanah suci mengunakan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Adi Sumarmo Solo Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Mustain Ahmad mengatakan hingga hari terakhir Senin 10 Juni 2024 ,jemaah haji yang sudah diterbangkan menuju tanah suci sebanyak 100 kloter, 35.982 jemaah, dengan rincian Jateng sebanyak 32.080 jemaah, DIY 3.402 jemaah dan petugas 500 orang. Mustain Ahmad pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada segenap para petugas dari lintas sektoral yang telah sukses menyelenggarakan prosesi kedatangan hingga keberangkatan jemaah dari Asrama Haji Embarkasi Solo. "Terima kasih kepada segenap komponen PPIH Embarkasi Solo yang sudah berhasil memberangkatkan 100 persen kuota atau sekitar 35.982 jemaah," kata Mustain Ahmad, Senin (10/6/2024). "Ini tentu karunia Allah dan kerja keras kita semua serta kekompakan yang dijalin segenap PPIH Embarkasi Solo. Sekali lagi terima kasih dan apresiasi kepada PPIH dari Kementerian Agama dan mitra kerja laimmya," sambung Mustain. Tampak hadir saat pelepasan Kakanwil Kemenag DIY Masmin Afif, Kabid Haji Kanwil Jateng Fitrianto dan Ketua perwakilan mitra kerja Kementerian Agama. Ia menambahkan berdasarkan informasi dari PPIH Arab Saudi kondisi jemaah asal Jawa Tengah dalam keadaan sehat terutama jelang berlangsungnya puncak haji 1445H. "Kami juga mendapat informasi dari jemaah di Tanah Suci jika mereka mendapat pelayanan yang baik dari petugas dan tentunya kita berharap pelayanan terbaik ini akan didapat jemaah hingga pelaksanaan puncak ibadah haji berakhir,"  tandas Mustain Ahmad. "Haji Indonesia  Ramah Lansia. Haji Indonesia Riang Gembira," tutupnya. Kontributor : Kiki Yoa Gunevi | Fotografer : Imam Solihin