Kemenag Libatkan Kampus Dalam Proses Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji

19 Feb 2024 oleh Winda Galuh Desfianti | dilihat 7768 kali

Kab. Pekalongan (PHU) -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag menjalin kerjasama dengan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam proses sertifikasi pembimbing ibadah haji.

Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief mengatakan pelibatan pihak kampus dalam sertifikasi pembimbing merupakan salah satu langkah dan upaya Kemenag dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.

"Untuk itu kita libatkan universitas atau kampus demi kemajuan bersama dan SDM kompeten di bidangnya," kata Hilman Latief dalam acara penandatanganan MoU di Ruang Pertemuan UIN Pekalongan, Senin (19/02/2024).

Hal penting lainnya, tambah Hilman, adalah peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang akan terjun langsung dan berinteraksi dengan jemaah. Bukan hanya dari segi layanan dan fasilitas semata, namun Kementerian Agama juga meninjau, bahwa dari segi pembimbing juga perlu dimaksimalkan melalui proses sertifikasi.

Tampak hadir dalam gelaran MoU, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan jajaran serta 125 KBIH daerah Pekalongan dan sekitarnya.

"Ini perlu kita cermati, karena kembali lagi, mengacu pada kebijakan haji yang melibatkan 2 negara, banyak dinamika yang perlu kita sesuaikan seiring dengan perkembangan zaman," ungkap Hilman.

Hilman menyampaikan, perubahan tersebut terdiri dari faktor tata kelola, fikih, peraturan, dan inovasi yang dikeluarkan Kementerian Agama harus segera disesuaikan oleh para pembimbing ibadah haji.

"Saya berharap, pihak perguruan tinggi juga bisa memberikan gagasan khususnya kontribusi riset haji di masa depan," kata Hilman.

"Topik yang hangat sampai saat ini misalnya biaya haji, bagaimana cara menemukan titik ideal kesinambungan nilai manfaatnya. Karena selama ini masyarakat berpatokan dari segi nominalnya saja. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat tentang susunan besaran persentase nilai manfaatnya? Karena biaya haji pasti mengalami kenaikan dari tahun ke tahun," sambung Hilman.

Kementerian Agama, lanjut Hilman, tidak bisa sendirian. Untuk itu proses kerjasama perlu dilakukan oleh banyak pihak diantaranya perguruan tinggi dalam membantu menyukseskan haji 2024.

"Saya harap dari proses sertifikasi dan kerjasama ini, haji 2024 dapat melahirkan SDM yang lebih baik dan kompeten dalam membimbing jemaah," tutup Hilman.