Makkah (PHU) — Membawa buah tangan atau oleh-oleh sebagai kenang-kenangan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia yang pulang dari bepergian di luar kota atau luar negeri. Tak terkecuali juga bagi jamaah haji yang akan pulang dari Tanah Suci Makkah setelah usai menjalankan ibadahnya.
Barang-barang dan makanan khas Arab Saudi menjadi incaran para jamaah haji Indonesia. Tempat perbelanjaan yang menawarkan barang yang dicari pun "diserbu" jamaah. Seperti Pasar Suq Kakiyah Liljumlah, banyak didatangi jamaah Indonesia dan negara lainnya karena harga lebih murah untuk belanja grosiran atau lusinan.
Hampir semua bentuk oleh-oleh dari Arab ada di pasar ini. Mulai dari abaya, tasbih berbagai ukuran dan bahan, kerudung, parfum, sorban, hingga sajadah, perhiasan perak dan karpet. Ada juga gelas, teko, boneka onta dan lainnya yang rata-rata barang didatangkan dari Turki, China, India, atau Pakistan.
Pasar Kakiyah, memiliki empat lantai yag berisi ratusan toko. Di pasar ini juga dijual beragam jenis kurma dan kudapan khas Arab. Meski sebagian besar pedagang yang menjajakan jualan adalah warga lokal, namun sebagian besar pedagang bisa dan faham bahasa Indonesia. Sehingga transaksi bisa dilakukan tanpa bantuan penerjemah.
"Mari ibu, cari apa. Lihat dulu harga murah," kata penjual warga Arab menjajakan dagangannya kepada pengunjung Indonesia yang melintas di depan tokonya.
Tidak sedikit pula pedagang yang menyebutkan sejumlah tokoh Indonesia untuk menarik pengunjung Indonesia berkenan mampir ke tokonya. "Jokowi... Jokowi... Syahrini, apa kabar? Murah... Murah... Sini beli."
Pasar Kakiyah sendiri 'lebih hidup' sejak sore hingga malam hari. Harga yang dijual dinilai murah, misalnya sorban, harganya antara 10 real (Rp 40 ribu) satu buahnya, itu juga sudah ditawar lagi. Selain itu, berbagai kerudung bermerek asal Turki dihargai antara 10-25 real, padahal di Indonesia harga termurahnya Rp 80 ribu.
"Barangnya bagus-bagus, harganya juga lumayan. Yang penting bisa nawar," kata Vitri, Jamaah asal Solo yang sudah memborong kerudung Turki kepada tim Media Center Haji.
Hal senada juga dikatakan Endang, jamaah asal JKG ini sudah banyak memborong barang untuk dijadikan oleh-oleh. "Sudah 3 kali ke pasar Kakiyah ini. Beli jam tangan, jilbab, sajadah, baju abaya, kopiah dan lainnya. Harga lebih murah, apalagi kalau beli lusinan. Saya juga beli Hena pewarna kuku, tasbih mutiara, gantungan kunci, sorban, dompet, lipstik dan celak mata," ungkapnya.
Barang-barang yang sudah dibelinya itu tidak perlu repot-repot dibawa sendiri ke Indonesia karena pasti akan melebih bagasi. Endang pun memilih memaketkan barang belanjaannya ke Jakarta dengan menggunakan cargo.
"Sudah saya kirim pakai cargo, ongkos kirim nya sampai 3 juta rupiah untuk berat sekitar 30 kg. Itu semua untuk dikasih ke anak, mantu dan saudara. Nantinya kalau tas kabin masih cukup saya isi lagi dengan barang oleh-oleh yang mau dibeli seperti kurma, kacang, coklat dan lainnya," kata Endang.