Bimtek PPIH Arab Saudi, Dirbina Sampaikan Tantangan Haji 2024

20 Mar 2024 oleh Mustarini Bella Vitiara | dilihat 5114 kali

Jakarta (PHU) —- Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445H masih akan mengutamakan layanan kepada Jemaah Haji lanjut usia (lansia).

Pasalnya pada tahun ini, ada sekitar 45 ribu Jemaah Haji lansia yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi.

Demikian disampaikan Direktur Bina Haji pada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), Arsad Hidayat saat menyampaikan materi bertajuk Jati Diri Petugas Haji dalam Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H/2024 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

“Ini adalah tantangan bagi para petugas haji. Ada sekitar 45ribu jemaah lansia yang berangkat tahun ini. Terapkan mindset melayani lansia dalam diri masing-masing," ujar Arsad, Rabu (20/3/2024).

"Layani selayaknya kita melayani orang tua kita, dengan sambutan yang terbaik, berikan konsumsi yang terbaik, komunikasi dengan bahasa yang terbaik, jangan sakiti mereka,” sambungnya.

Tantangan berikutnya, lanjut Arsad, adalah bagaimana menjaga para jemaah lansia ini agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman di Tanah Suci.

Oleh karena itu, rukshah dalam beribadah menjadi hal yang penting untuk disampaikan kepada para Jemaah Haji, terutama jemaah lansia.

“Angka wafat Jemaah Haji tahun lalu menjadi angka tertinggi dalam sejarah pelaksanaan ibadah haji. Ini menjadi PR bagi kita semua, terutama para petugas, bagaimana kita dapat mendukung kelancaran dan kenyamanan beribadah para jemaah,” terang Arsad.

“Terutama lagi bagi para petugas bimbingan ibadah, agar dapat menyampaikan atau memberikan rukshah-rukshah, keringanan, atau berbagai alternatif dalam beribadah bagi Jemaah Haji lansia agar mereka tetap dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman,” sambungnya lagi.

Skema alur transportasi untuk Jemaah Haji di Armuzna juga menjadi salah satu tantangan yang harus dimitigasi para petugas haji. Ditambahkan Arsad, untuk tahun ini, tidak ada lagi Jemaah Haji yang tinggal di Mina Jadid sehingga potensi berdesakan perlu diantisipasi.

“Tahun ini tidak ada lagi Jemaah Haji kita yang tinggal di Mina Jadid, sehingga nanti jemaah seluruhnya berada di lokasi Mina. Ini mencakup 9 maktab, yaitu sekitar 27 ribu jemaah, sehingga dari sini muncul potensi berdesakan,” kata Arsad.

“Potensi berdesakan ini perlu diskemakan. Faktanya angka wafat Jemaah Haji naik signifikan setelah puncak haji, faktornya ya sudah pasti kelelahan. Jadi skema-kan betul, buat perencanaan yang tepat dengan tetap berpegang pada ketentuan dan manasik Islam,” imbaunya lagi.

Menurut Arsad, mitigasi layanan transportasi juga diperlukan untuk mencegah kejadian pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 terulang kembali.

“Keterlambatan transportasi di Muzdalifah kemarin membuat kita harus memastikan betul bahwa tidak ada lagi bus yang terlambat mengantarkan jemaah dari Muzdalifah ke Mina,” tegas Arsad.

Menyikapi cuaca panas di Arab Saudi pada saat pelaksanaan haji nanti, Arsad pun berpesan kepada para petugas haji agar dapat memberikan imbauan kepada jemaah untuk tidak memaksakan diri untuk salat di Masjidil Haram.

“Haji tahun ini masih akan terjadi pada musim panas, suhunya bisa sampai 50°C. Ini juga tantangan bagi petugas, bagaimana mengimbau para jemaah untuk tidak memaksakan diri solat di Masjidil Haram saat panas terik, agar mengutamakan keselamatan diri sendiri,” tutup Arsad.

Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H/2024 M diselenggarakan selama 10 hari dari 19 s.d 28 Maret 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 890 peserta yang terdiri dari unsur Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, Organisasi Islam, Perguruan Tinggi Agama Islam, dan Pondok Pesantren.

Editor: Benny Andriyos

Fotografer: Hilman Fauzi