23 Feb 2024
Kemenag Malut Ajak Masyarakat Daftar Haji Sejak Dini
Ternate (PHU)—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara (Malut) Amar Manaf mengajak masyarakat untuk mendaftar haji sejak dini. Hal ini dimaksudkan berhaji di usia lanjut sangat beresiko. “Ini terlihat dari data jemaah haji yang meninggal dunia saat melakukan ibadah haji pada usia lanjut sangat tinggi,” kata Amar saat kegiatan Safari Haji yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Muammalat di Gamalama Ballroom, Hotel Bela. Jumat (23/02/2024) Amar juga menyampaikan bahwa Kebijakan haji di Indonesia terutama di daerah merupakan upaya pemerintah untuk memfasilitasi warga yang ingin menunaikan ibadah haji di tanah suci. Kebijakan ini meliputi berbagai aspek, termasuk persiapan, pendaftaran, dan penyelenggaraan haji. "Setiap tahunnya, selalu ada peningkatan pelayanan jemaah haji disetiap daerah, baik dari segi fasilitas, mengorganisir seluruh proses pendaftaran dan pemberangkatan hingga pendampingan jemaah haji," terangnya. Ia juga menyampaikan kebijakan daerah lainnya yaitu mewujudkan haji mandiri dimana pelatihan pelaksanaan ibadah haji dapat dilakukan di masing-masing kabupaten dan juga mempermudah prosedur pendaftaran yang ada di daerah. Hal ini bertujuan untuk mempermudah jemaah haji yang berada di daerah. “Pelayanan haji tidak lagi dipersulit, dengan hadirnya berbagai pelayanan baik terkait dengan proses pendaftaran hingga pelatihan pelaksanaan ibadah haji di masing-masing kabupaten” ucapnya. Dirinya berharap ke depan pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Turut hadir Perwakilan Anggota Badan Pelaksana BPKH Henry Alexander, serta Kepala Regional Head Sulawesi, Maluku dan Papua (Selampua) Bank Muamalat, Ahmad Salihin.
23 Feb 2024
Pastikan Istita'ah Kesehatan, Jemaah Haji Bukittinggi Ikuti Pembinaan Kebugaran
Bukittinggi (PHU)—Sejumlah jemaah haji asal Kota Bukittingi Sumatera Barat mengikuti pembinaan kesehatan. Pembinaan kesehatan ini berlangsung di Lapangan Ateh Ngarai, Kota Bukittinggi. Pembinaan kebugaran ini digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi, yang diwakili Staf Ahli Wali Kota, Johnny, menyampaikan, pembinaan kesehatan merupakan upaya pembinaan yang dilakukan kepada perorangan atau kelompok jemaah haji, secara paripurna pada semua tahap penyelenggaraan ibadah haji. Kegiatan ini dilakukan sejak jemaah haji mendaftar sampai kembali ke tanah air. “Pembinaan kesehatan jamaah haji di tanah air berawal dari tingkat puskesmas setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan pertama baik bagi jamaah haji yang sehat maupun jamaah haji yang beresiko tinggi setelah dilakukan pemeriksaan rujukan. Semoga jamaah kita diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah dalam menjalankan ibasah haji nanti. Aamiin,” ungkapnya. Jumat (23/2/2024). ![WhatsApp Image 2024-02-23 at 06.46.32.jpeg](https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Whats_App_Image_2024_02_23_at_06_46_32_1ee32fcb89.jpeg) Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Faroza yang didampingi Kabid Kesmas, Riyani dan pemegang program kesehatan olah raga, Zulferi, menambahkan, salah satu pembinaan kesehatan yang dilakukan oleh Pemko Bukittinggi, dengan pembinaan kebugaran jasmani. Ini merupakan salah satu bagian dari sistem pembinaan kesehatan jemaah haji di puskesmas. Pengukuran kebugaran jemaah haji ini ditujukan untuk menentukan program latihan yang sesuai porsi atau kondisi fisik masing-masing jemaah. “Untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran para jemaah haji Kota Bukittinggi, pada hari ini, kita dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi melakukan kegiatan pengukuran kebugaran yang diikuti oleh segenap jemaah haji Kota Bukittinggi Tahun 2024 kurang lebih sebanyak 334 orang jemaah,” katanya “Sehingga setiap jemaah haji yang mengikuti Pengukuran Kebugaran hari ini akan mengetahui kondisi tubuhnya, apakah tingkat kebugarannya dalam kategori baik, cukup, atau kurang. Berdasarkan hasil kondisi tersebut, tim dokter akan memberikan rekomendasi latihan fisik yang sesuai untuk masing-masing jemaah haji,” tambah Linda. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bukittinggi Eri Iswandi, menyampaikan, kegiatan ini penting dilakukan karena ibadah haji merupakan salah satu ibadah fisik yang memerlukan waktu cukup lama dan di laksanakan di luar negeri yang memiliki kondisi lingkungan yang berbeda dengan negara Indonesia, sehingga memerlukan kondisi tubuh yang bugar. “Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang bugar, jemaah haji harus mempersiapkannya jauh-jauh hari dengan cara berlatih fisik atau berolahraga. Selain itu, kami juga himbau pada jamaah regular dan cadangan, untuk segera melakukan pelunasan pada hari ini,” ungkapnya (Syafrial)
22 Feb 2024
Gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Haji, Kemenag Bukittinggi : Berikan Informasi Valid dan Rinci kepada Jemaah
Bukittinggi (PHU)—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi akan memberikan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445H/2023M yang valid dan rinci kepada jemaah hajinya. Penyebaran informasi ini berkaitan dengan penyelenggaraan haji yang menjadi tanggung jawab pemerintah dalam hal pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji. Terkait informasi tersebut, Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Eri Iswandi menjelaskan untuk tahun 2024, jemaah haji Bukittinggi diestimasikan berangkat ke Tanah Suci sebanyak 339 orang. Jemaah tersebut merupakan jemaah dengan nomor porsi yang terdaftar pada minggu kedua Februari hingga Juni 2012. “Setelah diverifikasi, terdapat 107 dari 339 jamah, melakukan penundaan, 8 meninggal dunia, 1 orang batal berangkat. Selanjutnya, Kemenag buka peluang untuk Bukittinggi, sebanyak 81 kuota cadangan, yang merupakan calon jamaah tahun 2025, untuk berangkat di 2024 ini,” ungkapnya. Kamis (23/2/2024) yang bertempat di aula MAN 1 Bukittinggi. Ia merinci untuk biaya haji secara rata rata nasional Rp93 juta lebih. Setelah dibagi dengan persentase dana BPKH, beban jamaah hanya 60 persen dari Rp93 juta atau sekitar Rp56 juta lebih. “Dari rata rata nasional itu, kita di Sumbar, karena durasi terbangnya lebih dekat dari daerah Jawa dan pulau lainnya, sehingga jamaah Sumbar hanya membayar Rp51 juta lebih, dikurangi dengan setoran awal Rp25 juta, jadi jamaah kita untuk pelunasan hanya membayar sekitar Rp26 juta lebih. Hingga kini baru 289 jamaah yang sudah melunasi,” jelasnya. ![WhatsApp Image 2024-02-22 at 12.41.19.jpeg](https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Whats_App_Image_2024_02_22_at_12_41_19_74d9bc22cb.jpeg) Kepala Sekai Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Hj. Misra Elfi mengatakan penyelenggaraan Ibadah Haji diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sehingga dengan demikian hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan haji dan umrah adalah menjadi tanggung jawab pemerintah yang meliputi pembinaan, pelayanan dan perlindungan. Misra Elfi juga mengatakan sebagai penyelenggara ibadah Haji, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi harus memberikan informasi yang valid dan rinci kepada masyarakat, terutama pihak terkait dan masyarakat pengguna jasa pelayanan ibadah haji. “Disamping itu tidak kalah pentingnya adalah para pemangku kepentingan terkait informasi haji baik dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi maupun instansi terkait dan tokoh masyarakat. Hal inilah yang melatarbekangi terselenggaranya kegiatan hari ini," tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Hj. Linda Faroza, menyampaikan, seluruh jemaah haji pada tahun ini harus melewati tes kesehatan (Istitaha’ah). Hal ini menjadi syarat utama bagi para jamaah untuk melalukan pelunasan. “Sejak awal mula pemeriksaan kesehatan pada November 2023, hingga kini, terdapat 332 calon jamaah yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah itu, 58 jamaah dinyatakan Istitahaah, 274 dinyatakan istitaah dengan pendampingan. Pendampingan yang dimaksud, pendampingan obat obatan termasuk pendampingan bantuan lainnya,” jelasnya. Linda menambahkan, tahun ini ada penambahan pemeriksaan kesehatan jemaah haji, pemeriksaan medis, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan mental dan pemeriksaan kemampuan melakukan aktivitas keseharian. Kegiatan ini menghadirkan 40 peserta utusan Dinas Kesehatan, Bagian Kesra Pemko, MUI, Kominfo, RRI Regional 1 Bukittinggi, LKAAM, KBIHU, PPIU, PWI, Humas Polres, Pokjaluh, Pokjahulu, Humas Kemenag serta Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Untuk pelunasan biaya haji tahap 1 sudah dimulai sejak 10 Januari hingga 23 Februari 2024, bagi jemaah reguler. Pelunasan tahap 2 diisi oleh jemaah yang gagal sistem pada pelunasan tahap 1. Penggabungan anak dengan orang tua, suami dan istri serta saudara kandung. Jika salah satu telah melunasi tahap 1 dan syarat untuk yang akan bergabung, sudah mendaftar minimal lima tahun sebelumnya. Pendamping usia lanjut.(Syafrial)
20 Feb 2024
114 Jemaah Kota Padang Panjang Ikuti Pra Manasik Haji
Padang Panjang (PHU)—Sebanyak 114 jemaah haji asal Kota Padang Panjang, Sumatera Barat mengikuti Focus Group Disscusion (FGD) pra manasik haji. Gelaran ini berlangsung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kota Padang Panjang. Kepala Kementerian Agama Kota Padang Panjang H. Alizar Datuak Sindo Nan Tongga mengatakan bahwa Ibadah Haji merupakan puncak Rukun Islam dan bagian dari napak tilas sejarah Nabi Ibrahim Alaihissalam bersama keluarganya. "Intinya ibadah haji adalah pengorbanan totalitas dari seorang hamba terhadap Penciptanya," ujarnya di Kota Padang Panjang. Selasa (20/02/2024). Menurutnya, Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan yang totalitas dari seorang hambanya. "Belum seberapa pengorbanan kita dibandingkan Nabi Ibrahim Alaihissalam," jelasnya. “Maka dari itu, sudah selayaknya dalam menunaikan Ibadah Haji, dipersiapkan ibadahnya secara paripurna semenjak dari Tanah Air Indonesia,” lanjutnya. ![WhatsApp Image 2024-02-20 at 07.28.44.jpeg](https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Whats_App_Image_2024_02_20_at_07_28_44_00153680a6.jpeg) Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Padang Panjang Editiawarman dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dan merupakan bagian dari tahapan penyelenggaran haji tahun ini. “Setelah tahapan ini akan dilaksanakan Suntik Meningitis dan lanjutan Manasik sebanyak 10 kali. Dua kali tingkat Kota dan delapan kali tingkat Kecamatan,” jelasnya. Turut hadir perwakilan Kabag Kesra Setdako Padang Panjang, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Disdukcapil, pimpinan KBIH/KBIHU, pimpinan Bank Nagari Syari’ah dan pimpinan Bank Syariah Indonesia. (Adi)
20 Feb 2024
Dapat Tambahan Kuota Haji 2024, Kemenag Malut Minta Jemaah Persiapkan Diri
Sofifi (PHU) — Provinsi Maluku Utara resmi mendapatkan 38 kuota haji tambahan pada musim haji tahun 1445H/2024M. Hal tersebut disampaikan langsung Kakanwil Kemenag Malut, H. Amar Manaf dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Haji Tahun 1445 H/2024 M di ruang kerjanya, Senin (19/2/2024). Rapat dihadiri Kabag TU, H. Ridwan Kharie, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Samsuddin Fatahuddin beserta Tim kerjanya, serta para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan KMA No. 130 tahun 2024, Provinsi Maluku Utara, mendapatkan tambahan kuota haji untuk tahun 2024 sebanyak 38 orang, dengan penambahan ini total kuota jemaah haji reguler Provinsi Maluku Utara saat ini berjumlah 1.114 orang. “Provinsi Maluku Utara, mendapatkan tambahan kuota haji untuk tahun 2024 sebanyak 38 orang. Penambahan kuota ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 130 tahun 2024,” kata Amar Manaf saat memimpin Rakor. ![WhatsApp Image 2024-02-20 at 12.57.05.jpeg](https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Whats_App_Image_2024_02_20_at_12_57_05_2d18b64f31.jpeg) Adapun rincian dari 38 kuota tambahan tersebut yaitu, Halmahera Barat mendapatkan 3 kuota tambahan sehingga totalnya menjadi 71 jemaah, Halmahera Tengah tambahan 8 jemaah total 73 jemaah, Kota Ternate tambahan 5 orang total 274 jemaah, dan Halmahera Utara tambahan kuota 3 orang total 99 jemaah. Selanjutnya, Kota Tidore Kepulauan kuotanya bertambah 3 orang sehingga totalnya menjadi 120 jemaah, Halmahera Timur tambahan 3 orang total 65 jemaah, Kepulauan Sula tambahan 3 orang total 113 jemaah, Halmahera Selatan tambahan 3 orang total 201 jemaah, Pulau Morotai tambahan 4 orang total 48 jemaah dan Pulau Taliabu bertambah 3 orang sehingga totalnya menjadi 41 jemaah. "Sebelumnya hanya 1.076 jemaah, maka dengan tambahan ini menjadi 1.114 jemaah," ucapnya “Saya juga mengimbau seluruh KaKanKemenag Kab/Kota agar menyiapkan jemaahnya dengan sebaik baiknya, baik dari segi kebutuhan m, aspek administrasi dan yang paling utama aspek kesehatannya,” sambungnya. Sementara itu Kabid PHU, Samsuddin saat ditemui usai rapat menjelaskan, rapat ini juga membahas progres pelunasan biaya haji CJH Malut di seluruh kabupaten/kota yang baru mencapai 82 persen. Ia mengimbau agar para calon jemaah haji dapat melakukan pelunasan biaya dimaksud sehingga tak mengalami kendala jelang keberangkatannya nanti.
19 Feb 2024
Kota Ternate Dapat Kuota Haji Tambahan
Ternate (PHU)—Kota Ternate Provinsi Maluku Utara (Malut) mendapatkan kuota haji tambahan pada musim haji 1445H/2024M ini sebanyak 5 jemaah haji. Pengumuman penambahan kuota ini didapat saat Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melalui Bidang Haji dan Umrah (PHU) melaksanakan rapat persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1445H/2024M yang membahas Kuota Haji Tambahan Provinsi Maluku Utara dan Pelunasan Biaya Haji tahap I. Hadir Kepala Kantor Kemenag Kota Ternate yang diwakili Kasubbag Tata Usaha Maskur Sapsuha hadir bersama Kepala Seksi PHU Kemenag Kota Ternate Nurmala Basta. Maskur Sapsuha megatakan Kota Ternate mendapat Tambahan Kuota Haji reguler sebanyak 5 jemaah dari total tambahan Kuota haji Provinsi Maluku Utara sebanyak 30 jemaah. “Kuota tambahan untuk Kota Ternate nanti akan di dimuat secara resmi dalam SK Gubernur Maluku Utara nantinya,” kata Maskur usai ditemui di Kanwil Kemenag Provinsi Malut. Senin (19/2/2024). ![WhatsApp Image 2024-02-19 at 17.30.35.jpeg](https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/Whats_App_Image_2024_02_19_at_17_30_35_881974b6bf.jpeg) Maskur juga menjelaskan, untuk pelunasan biaya Haji 2024 tahap satu, saat ini masih diperpanjang sampai tanggal 23 Februari 2024 dan Ia mengimbau kepada jemaah yang masuk dalam daftar berhak lunas dan sudah memperoleh status Istitahaah kesehatan untuk langsung melunasi biaya hajinya. “Jadi saya imbau kepada jemaah haji yang akan berangkat tahun 2024 ini, khususnya jemaah haji Kota Ternate yang berjumlah 269 jemaah agar bisa langsung melunasi biaya hajinya,” tegasnya. Sementara itu Kasi PHU Kemenag Kota Ternate Nurmala menjelaskan bahwa per hari ini pelunasan biaya Haji tahun 1445H/2024M dari kuota 269 jemaah Haji Kota Ternate, sebanyak 231 atau 86℅ jemaah sudah melakukan pelunasan. sedangkan sisanya masih dalam proses perbaikan dokumen persyaratan pelunasan,” terang Nurmala.
19 Feb 2024
Kemenag Libatkan Kampus Dalam Proses Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji
Kab. Pekalongan (PHU) -- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag menjalin kerjasama dengan kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam proses sertifikasi pembimbing ibadah haji. Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief mengatakan pelibatan pihak kampus dalam sertifikasi pembimbing merupakan salah satu langkah dan upaya Kemenag dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya. "Untuk itu kita libatkan universitas atau kampus demi kemajuan bersama dan SDM kompeten di bidangnya," kata Hilman Latief dalam acara penandatanganan MoU di Ruang Pertemuan UIN Pekalongan, Senin (19/02/2024). Hal penting lainnya, tambah Hilman, adalah peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang akan terjun langsung dan berinteraksi dengan jemaah. Bukan hanya dari segi layanan dan fasilitas semata, namun Kementerian Agama juga meninjau, bahwa dari segi pembimbing juga perlu dimaksimalkan melalui proses sertifikasi. Tampak hadir dalam gelaran MoU, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan jajaran serta 125 KBIH daerah Pekalongan dan sekitarnya. "Ini perlu kita cermati, karena kembali lagi, mengacu pada kebijakan haji yang melibatkan 2 negara, banyak dinamika yang perlu kita sesuaikan seiring dengan perkembangan zaman," ungkap Hilman. Hilman menyampaikan, perubahan tersebut terdiri dari faktor tata kelola, fikih, peraturan, dan inovasi yang dikeluarkan Kementerian Agama harus segera disesuaikan oleh para pembimbing ibadah haji. "Saya berharap, pihak perguruan tinggi juga bisa memberikan gagasan khususnya kontribusi riset haji di masa depan," kata Hilman. "Topik yang hangat sampai saat ini misalnya biaya haji, bagaimana cara menemukan titik ideal kesinambungan nilai manfaatnya. Karena selama ini masyarakat berpatokan dari segi nominalnya saja. Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat tentang susunan besaran persentase nilai manfaatnya? Karena biaya haji pasti mengalami kenaikan dari tahun ke tahun," sambung Hilman.
19 Feb 2024
Ditjen PHU: Pembimbing Wajib Pahami Karakter Jemaah dan Aturan di Arab Saudi
Indramayu (PHU) - - Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen PHU Kementerian Agama, Subhan Cholid meminta kepada para pembimbing ibadah haji untuk memahami karakter jemaah dan aturan yang berlaku di Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan Subhan saat menjadi pembicara dalam gelaran Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan X Reguler 2024 di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat. "Pembimbing Manasik Haji Profesional itu harus memahami karakter jemaah. Dan yang tidak kalah pentingnya pembimbing juga harus paham dengan aturan yang berlaku di Arab Saudi," kata Subhan, Senin (19/02/2024). Gelaran Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional Angkatan X Reguler 2024 diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat dan perwakilan Lembaga Dakwah PBNU.
18 Feb 2024
Dirjen PHU: Pembimbing Ibadah Haji Harus Miliki Karakter Leadership yang Kuat
Indramayu (PHU)--Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama RI, Hilman Latief menyatakan tambahan kuota haji Indonesia hingga berjumlah 241.000 jemaah haji pada tahun 2024 menjadi tantangan terbesar sehingga membutuhkan dukungan dari para petugas haji. Hal ini disampaikan Hilman Latief saat menjadi narasumber pada Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Profesional Angkatan X Tahun 2024 di Asrama Haji Indramayu, Jawa Barat, Minggu (18/2/2024). Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 hari mulai 17 - 24 Februari 2024 di Asrama Haji Indramayu. Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji Profesional Angkatan X Tahun 2024 dihadiri 150 peserta yang berasal dari berbagai unsur dan merupakan program sinergitas antara Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, IAIN Sunan Gunung Djati Cirebon dan LD-PBNU. Pada pemaparannya berjudul Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2024, Hilman, menuturkan mengenai pentingnya petugas pembimbing ibadah haji dalam menjaga nilai ibadah haji para jemaah haji. "Tahun ini, Indonesia mendapatkan tambahan kuota jemaah haji hingga berjumlah 241.000 jemaah haji. Ini merupakan tantangan terbesar kita sehingga kita membutuhkan dukungan para petugas haji yang juga mampu menghadapi tantangan ini," jelas Hilman. Maka dari itu, lanjutnya pada kegiatan sertifikasi ini diharapkan para peserta dapat meluruskan niat yang tulus dan ikhlas. "Tugas pembimbing ibadah haji yang paling penting bukan hanya pada saat di tanah suci, tetapi dari mulai tanah air, seorang pembimbing ibadah haji sudah melakukan pembinaan dan pelayanan kepada jemaah haji," jelasnya. Maka dari itu, pentingnya tugas pembimbing ibadah haji dapat terlihat proses sertifikasi. "Sertifikasi bukan hanya sebagai bukti legalitas seseorang untuk melakukan bimbingan ibadah haji. Namun, sertifikasi ini merupakan salah satu pemenuhan standar dengan memiliki pemahaman dan kompetensi yang sama untuk memberikan pembinaan kepada jemaah haji," terang Hilman. Hilman juga mengungkapkan karakteristik pembimbing ibadah haji yang harus dimiliki yaitu karakter leadership yang kuat. "Pembimbing ibadah haji bertugas untuk memastikan jemaah haji melakukan ibadah haji sesuai dengan rukun hajinya sehingga harus berani mengambil keputusan, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, dan mengetahui apa yang akan dilakukan pada kondisi tertentu," tutur Hilman. Selain itu, Hilman menegaskan bahwa pembimbing ibadah haji harus dapat memahami fikih haji dengan baik. Fikih haji ini dapat dipahami sebagai pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam melaksanakan ibadah haji terkait dengan syarat, rukun, wajib, maupun sunah-sunahnya dengan niat yang ikhlas semata-mata mengharapkan ridla Allah swt mulai dari miqat hingga tahallul. Hilman menilai bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 yang masih dengan prioritas lansia merupakan tantangan bagi pembimbing ibadah haji untuk merumuskan fikih haji yang tepat untuk jemaah lansia. "Dilihat dari data jemaah haji Indonesia, ada indikasi 10 tahun yang akan datang jemaah haji yang diberangkatkan berusia lansia sehingga dibutuhkan pembimbing ibadah haji yang sigap dalam melihat kondisi ini," ujarnya. Beradaptasi Dengan Digitalisasi Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, Hilman menyatakan Ditjen PHU akan menerapkan kebijakan administrasi petugas haji dan jemaah haji melalui digitalisasi. "Mulai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, saya akan mengurangi penggunaan kertas atau paperless. Jadi saya berharap para pembimbing ibadah haji juga dapat beradaptasi dengan dunia digitalisasi agar dapat membantu jemaah haji dan menghindari pemalsuan berkas," ujarnya. Akhir dari materinya, Hilman berpesan kepada semua peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mampu memahami materi yang diberikan oleh narasumber. "Luruskan niat dan pahami semua materi yang disampaikan pada sertifikasi ini agar nantinya dapat terjun langsung memberikan pembinaan dan pelayanan kepada jemaah haji dengan baik," pungkas Hilman. Penulis : Novam
13 Feb 2024
Diperpanjang, Kemenag Sumbar Imbau Jemaah Haji Segera Lunasi Bipih
Padang (PHU)-- jemaah haji yang masuk dalam daftar kuota haji 1445H/2024M sudah melakukan pelunasan. Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap I ini sudah berlangsung sejak 10 Januari lalu. Kepala Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Mahyudin mengatakan pelunasan reguler tahap 1 ini sudah berlangsung sejak 10 Januari 2024 hingga 12 Februari 2024 kemarin. Namun kata Kakanwil waktu pelunasan diperpanjang hingga 23 Februari mendatang. Hal ini sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 137 Tahun 2024 tertanggal 12 Februari 2024. “Bagi jemaah haji yang sudah masuk kuota bisa melakukan pelunasan di Bank Penerima Setoran (BPS). Pelunasan Bipih reguler bisa dilakukan setiap hari kerja mulai pukul 08.00 wib sampai pukul 15.00 wib,” ungkap Kakanwil, Selasa, (13/2/2024). Hingga hari ini lanjut Kakanwil, jemaah haji Sumbar yang sudah melunasi bipih sebanyak 3.499 orang atau sekitar 76,96 persen dari kuota Sumbar 4.613 orang. Sementara jemaah haji cadangan yang sudah melunasi bipih 795 orang. “Saya mengajak dan mengimbau jemaah haji Sumbar yang sudah masuk dalam kuota haji 2024 untuk segera melakukan pelunasan. Mumpung ada kesempatan diperpanjang,” ajak Kakanwil. Seiring dengan itu, Kakanwil juga mengingatkan jemaah haji untuk mempersiapkan diri, baik fisik, mental, ilmu manasik maupun kesehatan. Karena ibadah haji membutuh kesehatan dan fisik yang kuat. “Mulai dari sekarang jemaah haji sudah bisa mempersiapkan diri, melakukan latihan-latihan fisik seperti berjalan kaki, pola hidup sehat. Dan yang terpenting, perkuat ilmu manasik haji,” pesan Kakanwil. Sementara Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Ramza Husmen mengatakan, kriteria pelunasan tahap 1 ini, jemaah haji yang masuk alokasi kuota musim haji tahun berjalan, prioritas jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah haji cadangan. “Sesuai Keputusan Direktur Penyelenggaraan Haji  dan Umrah nomor 83 tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembayaran Pelunasan Bipih, untuk jemaah lansia berusia minimal 65 tahun pada tanggal 12 Mei 2024,” jelas Ramza. Untuk lansia ini imbuh Ramza, harus terdaftar minimal 5 tahun sebelum keberangkatan kloter pertama haji 2024 atau terdaftar sebagai jemaah haji sebelum tanggal 13 Mei 2019, dan memenuhi syarat isthitha'ah kesehatan. (Rinarisna)