Pisah Sambut Kepala Biro Humas Kemenag, Tongkat Estafet Kepemimpinan Beralih dari Fauzin ke Thobib

27 Agu 2025 oleh Benny Andriyos | dilihat 1773 kali

Bogor (PHU)--Pembukaan Harmonisasi Program Kehumasan Kementerian Agama RI yang digelar di Bogor, 26–28 Agustus 2025, juga menjadi momen pisah sambut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik. Jabatan yang sebelumnya diemban Akhmad Fauzin kini beralih kepada Thobib Al-Asyhar.

Thobib Al-Asyhar baru saja dilantik oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Jumat (22/8/2025). Ia menggantikan Akhmad Fauzin yang telah memimpin sejak April 2022.

Dalam kesempatan itu, Akhmad Fauzin menyampaikan pesan dan harapannya kepada generasi penerus humas Kemenag. “Anak-anak humas jangan ragu untuk memberikan yang terbaik. Tantangan ke depan akan berbeda dari masa saya, karena itu kita harus curahkan apa saja yang kita punya untuk menghadapi zaman yang berubah,” ujar Fauzin, Selasa (26/8/2025).

Ia mengingatkan, insan humas harus selalu siap siaga dalam menjaga komunikasi publik, termasuk membangun jejaring dengan mitra kapan pun dibutuhkan. “Kalau anak-anak humas jam 4 sore HP-nya sudah off dan tidak menerima telepon dari mitra, itu namanya bukan anak humas. Anak humas itu HP-nya on terus,” tambahnya.

Selain itu, Fauzin juga menitipkan pesan agar humas tetap solid dan menjadikan silaturahmi sebagai modal utama. “Jangan sampai kita memutus silaturahim. Karena jelas orang yang memutus hubungan itu akan mengalami kehidupan yang menderita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro yang baru, Thobib Al-Asyhar, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih humas selama kepemimpinan Akhmad Fauzin. Ia menegaskan akan melanjutkan warisan baik tersebut sekaligus mengembangkan inovasi baru.

“Banyak prestasi yang sudah dilakukan oleh Pak Fauzin selama menjabat sebagai kepala biro Humas. Tentu ini warisan yang harus kita pertahankan,” ujar Thobib.

Menurutnya, kehumasan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan kedekatan yang membekas. “Bagaimana menjadikan humas ini dan komunikasi publik bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi membangun emotional connection kepada publik. Informasi yang kita sampaikan harus sampai pada titik di mana mereka mengingat dan merasakan, bukan hanya lewat begitu saja,” jelasnya.

Thobib menambahkan, pendekatan storytelling akan menjadi salah satu strategi utama dalam menyampaikan informasi agar lebih menyentuh dan bermakna. Ia juga meminta dukungan seluruh insan humas untuk bersama-sama memajukan publikasi Kementerian Agama.

“Saya mohon dukungan Bapak-Ibu sekalian untuk kita sama-sama membangun ini dengan sikap keguyuban. Semangat kebersamaan menjadi modal utama agar publikasi Kementerian Agama makin kuat dan berdampak,” tandasnya.